Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, yang terbakar pada Selasa sore, sebelumnya dalam kondisi kosong dan seluruh pintu pasar terkunci.
Hal itu disampaikan Ketua RT 02, Ebru. Ia mengaku pertama kali mendapat informasi dari anak-anak yang melihat kobaran api dari dalam pasar sekitar pukul 16.15 WIB.
Mendapat kabar tersebut, ia langsung menuju lokasi.
"Ndak bisa evakuasi mandiri, karena pasar pintunya terkunci," ujarnya.
Warga baru dapat masuk ke dalam pasar setelah berhasil membuka pintu di sisi selatan.
Menurut Ebru, api pertama kali membakar kios bumbu, kemudian merambat ke kios pakaian dan jajanan.
"Terus merambat-merambat ke sini (pohon) Ringin. Ini kan tempat sampah. Nah itu kebakar, itu langsung gede apinya," jelasnya.
Ia memperkirakan ada sekitar 70 pedagang yang terdampak kebakaran tersebut.
"Tujuh puluhan pedagang ada," ucapnya.
Pantauan TribunSolo.com di lokasi, api telah berhasil dipadamkan dan petugas masih melakukan proses pendinginan hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Petugas gabungan yang diterjunkan terdiri dari Satpol PP dan Damkar, kepolisian, TNI, serta relawan.
Dari pantauan di lokasi, bagian depan pasar tidak terdampak kebakaran.
Api menghanguskan los di bagian tengah pasar serta sebagian area belakang di sisi selatan.
Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi.
(*)