MANGGAR, BABEL NEWS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, melakukan simulasi survei akreditasi rumah sakit di Ruang Rapat RSUD Muhammad Zein, Senin (27/7/2026).
Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan seluruh elemen RSUD Muhammad Zein dalam menghadapi survei akreditasi sesungguhnya pada akhir Agustus 2026 mendatang.
"Kegiatan simulasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses panjang yang telah dilalui oleh rumah sakit. Ini baru survei simulasi. Untuk acara besarnya nanti di bulan Agustus, sekitar tanggal 27, 28, dan 29," kata Pelaksana Tugas Direktur RSUD Muhammad Zein Rima Rimba kepada Pos Belitung, Senin (27/7/2026).
Rima menyebutkan, survei akreditasi merupakan momen penting bagi seluruh rumah sakit, tak terkecuali RSUD Muhammad Zein, dalam menjamin keselamatan pasien.
Hal tersebut menjadi tolok ukur apakah standar pelayanan medis di RSUD Muhammad Zein telah sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit atau tidak.
Rima tidak menampik bahwa dalam perjalanannya masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, seperti ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) hingga komunikasi antarunit di RSUD Muhammad Zein.
"Kadang-kadang ada ketidakpatuhan SOP atau komunikasi yang kurang di antara unit. Dokter dan perawat sama-sama sibuk sehingga datanya mungkin ada yang terlambat," ujarnya.
Pihaknya, lanjut Rima, secara terbuka melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai catatan yang masih perlu dibenahi.
Seluruh elemen di RSUD Muhammad Zein berkomitmen penuh untuk memperbaiki setiap kekurangan tersebut.
Target utamanya adalah membawa RSUD Muhammad Zein naik kelas ke predikat tertinggi, yakni paripurna.
"Sejauh ini seluruh tim rumah sakit sama-sama bahu-membahu memperjuangkan supaya rumah sakit bisa naik, dari yang pertama madya, lalu utama, dan harapan kami sekarang bisa meraih paripurna," tutur Rima.
Menurutnya, salah satu modal RSUD Muhammad Zein untuk meraih predikat paripurna adalah pengoptimalan sistem digitalisasi pelayanan kesehatan.
Sistem rekam medis elektronik di RSUD Muhammad Zein saat ini telah terintegrasi secara langsung ke sistem Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kemarin rekam medis kami sudah terkoneksi sama Kemenkes. Langkah ini menjadi salah satu standar penting untuk meraih predikat paripurna," kata Rima.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mengapresiasi perubahan positif yang terus ditunjukkan RSUD Muhammad Zein, baik dari aspek kualitas pelayanan, kebersihan lingkungan, hingga penataan fasilitas pendukung.
"Kalau teknis mereka lebih tahu. Yang pasti Rumah Sakit Muhammad Zein sudah sangat berubah, dari hal pelayanan, kebersihan, dan lain-lain semua sudah berubah," kata Kamarudin.
"Saya ingin masyarakat itu sehat. Pembenahan di rumah sakit ini sangat baik untuk mendukung hal tersebut," lanjutnya.
Ia pun meyakini RSUD Muhammad Zein di bawah kepemimpinan manajemen saat ini mampu meraih akreditasi tingkat paripurna.
"Mudah-mudahan meraih predikat paripurna. Dengan saya percayakan kepada Ibu Rima (Plt Direktur RSUD Muhammad Zein--red) dan seluruh tim yakinlah rumah sakit ini pasti akan berubah makin baik," ujar Kamarudin. (z1)