TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Lapangan Trirenggo, Kabupaten Bantul, Selasa (28/7/2026).
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih membacakan pidato resmi Menteri Koperasi RI.
Ia menegaskan bahwa Peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
"Di tengah berbagai tantangan, koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat serta mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan," ujar Halim.
Ia mengingatkan kembali pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, yang meletakkan fondasi bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan usaha bersama berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.
Bagi Bung Hatta, koperasi adalah wujud nyata dari demokrasi ekonomi, di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari keuntungan semata, tetapi juga peningkatan kesejahteraan seluruh anggotanya.
"Semangat tersebut kini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat," lanjutnya.
Baca juga: Dampak Kekeringan Meluas, DPRD Bantul Dorong Solusi Penanganan Jangka Panjang
Salah satu fokus utamanya adalah pembentukan Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah mendorong lahirnya lebih dari 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
"Saat ini, lebih dari 80 ribu KDKMP terus didorong, dengan 1.061 di antaranya sudah beroperasi sebagai langkah awal," tutur Halim.
KDKMP diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi warga di tingkat tapak, memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, serta mendekatkan pelayanan ekonomi kepada masyarakat.
Tak hanya itu, pembangunan koperasi saat ini juga diarahkan pada sektor produksi yang berpotensi menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat.
Pemerintah terus menyempurnakan regulasi agar gerakan koperasi makin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global.
"Di tengah dinamika global, kekuatan koperasi tetap terletak pada kepercayaan, partisipasi anggota, dan semangat gotong royong. Mari kita bangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," pungkasnya. (*)