TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Penampakan seekor buaya berukuran besar kembali menggegerkan warga Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Kali ini, predator muara tersebut terlihat di Sungai Dusun Rojo, Desa Sarude, Kecamatan Sarjo.
Kemunculan buaya itu pertama kali diketahui oleh seorang nelayan yang sedang memancing di sekitar sungai.
Baca juga: Cegah Konflik Berkepanjangan, Pemkab Pasangkayu Mediasi Sengketa Lahan PT Unggul dan Warga
Baca juga: Penampakan Buaya 4,5 Meter yang Terkam Warga Pasangkayu hingga Tewas, Melawan saat Ditangkap
Nelayan tersebut sempat merekam video penampakan buaya menggunakan telepon genggamnya sebelum rekaman itu beredar di kalangan warga.
Dalam video yang diterima Tribun-Sulbar.com, tampak seekor buaya berukuran cukup besar muncul di permukaan air sungai.
Hewan tersebut terlihat berenang perlahan sebelum kembali menghilang ke bagian sungai yang lebih dalam.
Waris, warga Desa Sarude yang dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026), membenarkan adanya penampakan buaya tersebut.
Menurutnya, Sungai Dusun Rojo memang sejak lama dikenal sebagai habitat buaya muara.
Namun, kemunculan reptil tersebut di permukaan sungai tidak terlalu sering terjadi.
"Makanya saat ada yang merekam, banyak warga langsung heboh," kata Waris.
Ia menjelaskan, sungai tersebut masih menjadi salah satu lokasi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sebagian warga masih memanfaatkan sungai untuk mandi dan mencuci. Sementara para pemancing hampir setiap hari terlihat mencari ikan di sekitar aliran sungai tersebut.
Karena itu, kemunculan buaya berukuran besar menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
"Warga mulai waspada karena sungai itu sering didatangi orang. Ada yang mandi, mencuci, dan memancing. Takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Sebelumnya, seorang warga di Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mencari kerang di kawasan muara.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena hingga kini keberadaan buaya yang diduga menerkam korban masih menjadi kekhawatiran warga pesisir dan sekitar aliran sungai.
Waris berharap masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya.
"Kalau bisa jangan sendiri saat memancing atau mandi di sungai. Apalagi sekarang sudah ada bukti buaya besar masih ada di situ," tuturnya.
Namun, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di tepi sungai pada waktu-waktu tertentu dan tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan