Sempat Dikira Meninggal Wajar, Keluarga Korban Pengeroyokan di Tabanan-Bali Siapkan Langkah Hukum
Kharisma Tri Saputra July 28, 2026 12:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pihak keluarga KD, pria asal Desa Sidetapa, Buleleng, memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas kematian kerabatnya. 

Keputusan ini diambil setelah keluarga mendapati kenyataan bahwa tewasnya KD diduga kuat akibat pengeroyokan massa di Banjar Juwuk Legi, Baturiti, Tabanan, bukan karena sebab alamiah seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Awalnya, keluarga tidak mengetahui kronologi sebenarnya saat mendatangi Polsek Baturiti pada Jumat (24/7/2026). 

Tanpa penjelasan detail mengenai kondisi korban, pihak keluarga diminta menyetujui dokumen perdamaian sebelum diarahkan menuju RSUD Tabanan.

Dugaan awal bahwa KD meninggal secara wajar membuat sepupu korban, Made Parta, bersedia menandatangani berkas tersebut.

Baca juga: Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Pelaku

Kekagetan keluarga baru terjadi sehari pasca kejadian. Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik peristiwa yang dialami pria tiga anak tersebut hingga merenggut nyawanya.

Melihat fakta dalam tayangan tersebut, pihak keluarga terutama istri korban merasa keberatan dan menolak tinggal diam. 

Mereka pun mengagendakan pelaporan resmi ke kepolisian.

"Rencananya besok (hari ini, Selasa 28 Juli 2026) kami melapor ke Polres Tabanan," ujar Parta.

Sementara itu, proses penyelidikan medis tetap berjalan. 

Jenazah KD telah menjalani proses autopsi pada Senin (27/7/2026) oleh tim dokter forensik RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar selama kurang lebih tiga jam.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy, mengonfirmasi bahwa autopsi sempat tertunda karena penolakan awal dari pihak keluarga yang belum memahami porsi penanganan kasus. 

Polisi kemudian melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan kelian dusun setempat.

"Awalnya dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Kita sampaikan secara persuasif, juga melalui kepala desa."

"Akhirnya beliau berkenan membantu mengomunikasikan dengan pihak keluarga," jelas Teddy.

Baca juga: Hotman Paris Siap Tanggung Biaya Sekolah Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali, Singgung Perjuangan Ayah

5 Orang Jadi Tersangka

Di sisi lain, parat kepolisian telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Identitas masing-masing tersangka adalah MJ, WS, KB, MK, dan ND.

"Untuk sementara kami fokus pada lima tersangka yang telah kami tetapkan. Jadi lima orang ini masih dalam pemeriksaan juga," ungkapnya.

Bayu menambahkan tak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka, mengingat kasus ini masih didalami penyidik.

Sementara itu, berdasarkan hasil penyelidikan, saat kejadian, korban membawa dua ekor ayam yang diduga merupakan hasil pencurian.

“Korban memang ditemukan membawa dua ekor ayam yang diduga hasil curian. Itu merupakan fakta yang kami temukan dalam penyelidikan," ucap Bayu.

Selain itu, polisi turut mengamankan sebilah pisau, sebuah ketapel, dan sejumlah batu kecil yang ditemukan berada pada korban.

Rekaman CCTV

Dalam sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV), KD memasuki kawasan pemukiman warga dan terekam diduga melakukan pencurian ayam.

KD lantas dihadang warga saat melintasi jalur keluar yang merupakan jalan buntu menuju kawasan hutan.

Peristiwa itu pun berlanjut hingga terjadi pengeroyokan.

Berdasarkan rekaman CCTV, sejumlah warga terlihat membawa kayu, dan ada yang memukul kendaraan korban serta membakarnya.

"Penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk berkoordinasi dengan dokter forensik serta menganalisis rekaman CCTV untuk melengkapi rangkaian pembuktian perkara," kata Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.

Petugas kepolisian tengah mengusut dua kasus sekaligus yakni dugaan pencurian ayam dan dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan KD tewas.

Kronologi Kejadian

Dikutip dari Tribun-Bali.com, terduga pelaku disebut tertangkap tangan saat mencuri ayam aduan milik IWAS (31).

IWAS merupakan warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Warga yang mengetahui ada pencurian langsung berdatangan dan mengeroyok terduga pelaku.

Aksi main hakim warga itu berujung tewasnya terduga pencuri ayam.

Tak berhenti di situ, massa yang sudah tersulut emosi juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan oleh terduga pelaku saat beraksi.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan personel Polsek Baturiti menerima laporan masyarakat sekira pukul 02.00 Wita.

"Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia," ujarnya.

Di lokasi kejadian, jajaran Polsek Baturiti mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok yang diduga milik pelaku, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Usai kejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Semara Ratih.

"Jenazah terduga pelaku kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk penanganan lebih lanjut sekaligus proses identifikasi awal karena waktu kejadian tidak ditemukan identitas pelaku," ucapnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.