Rezeki Keluarga Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Rumah Dibedah & Sekolah Anak Dijamin
Kharisma Tri Saputra July 28, 2026 12:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM — Peristiwa tragis yang menimpa KD, terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok massa di Desa Batunya, Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) lalu, kini menyita perhatian luas. 

Di balik duka kehilangan tulang punggung keluarga, nasib istri dan ketiga anak almarhum kini mendapatkan perhatian besar dari sejumlah pihak.

Mereka diberikan bantuan berupa jaminan pendidikan, perbaikan tempat tinggal, hingga pendampingan hukum.

Momen haru saat prosesi pemakaman KD di Kuburan Desa Adat Sidetapa pada Sabtu (25/7/2026) sempat viral di media sosial.

Tangisan histeris anak bungsu korban yang masih duduk di kelas I SD memicu gelombang simpati masyarakat luas, termasuk dari pemerintah daerah, praktisi hukum, hingga pejabat publik.

Baca juga: Hotman Paris Siap Tanggung Biaya Sekolah Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali, Singgung Perjuangan Ayah

Pemkab Buleleng Jamin Pendidikan, Rumah Dibedah, dan Istri Diberi Bantuan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bergerak cepat menyambangi rumah duka di Desa Sidatapa, Buleleng.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, Putu Kariaman, hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng serta Camat Banjar untuk menyerahkan paket sembako dan pakaian layak pakai.

"Astungkara kondisinya kondusif, hanya saja keluarga dan warga masih dalam suasana berduka," kata Kariaman, dikonfirmasi Minggu (26/7/2026).

Kariaman menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan masa depan anak-anak korban tidak terputus di tengah jalan akibat insiden ini.

Anak-anak korban akan dibantu melalui Program Indonesia Pintar (PIP), sementara anak kedua yang duduk di kelas I SMK diberi kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Karangasem.

"Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda sangat mengharapkan agar pendidikan anak-anak korban tetap berlanjut," ujarnya.

Tak hanya di sektor pendidikan, Pemkab Buleleng juga telah mengusulkan program pemberdayaan ekonomi bagi istri korban serta perbaikan hunian keluarga.

"Selain sektor pendidikan, Dinsos P3A juga akan mengusulkan sejumlah bantuan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan. Istri korban akan diusulkan masuk program pemberdayaan ekonomi keluarga. Sedangkan rumah keluarga korban akan diusulkan memperoleh bantuan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah," papar Kariaman.

Baca juga: Sebut Negara Gagal Hadir, Melanie Subono Kritik Soal Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali

Guna memulihkan trauma yang dialami keluarga, tim psikolog juga diturunkan sejak Senin (27/7/2026).

"Mulai besok kami lakukan pendampingan psikolog. Secara kasat mata kondisinya memang mulai membaik, tetapi pendampingan tetap wajib dilakukan agar peristiwa ini tidak menjadi beban berkepanjangan bagi anak-anak, sekaligus mengukur sejauh mana tingkat depresi yang mereka alami," pungkas Kariaman.

Bantuan dari Hotman Paris, Ahmad Sahroni hingga Arya Wedakarna

Simpati atas musibah ini juga datang dari advokat senior Hotman Paris Hutapea.

Lewat akun Instagram pribadinya, Hotman memastikan anak korban yang menangis histeris di pemakaman akan menerima bantuan biaya sekolah yang diurus langsung oleh putrinya, Felicia.

“Felicia, putri Hotman akan urusin pengiriman uang sekolahnya,” tulis Hotman dalam unggahannya, dikutip Tribunsumsel.com pada Senin (27/7/2026).

Hotman Paris bahkan merasa prihatin dengan nasib seorang anak perempuan menangis histeris saat  sang ayah meninggal secara tragis akibat dugaan pengeroyokan diamuk massa.

"Hotman akan bayarin uang sekolahmu Dik! Mungkin Papi mu butuh ayam utk makan keluarga!! Bagi anak-anak yang hidup mewah dari orang tua: Kasus ini jadi kaca instrospeksimu," tulis Hotman dalam narasi gambar yang diunggahnya.

Baca juga: Deddy Corbuzier Cari Anak Korban Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Diamuk Massa di Bali: Saya Urus

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya sekolah anak almarhum hingga ke jenjang perguruan tinggi, sekaligus mengawal kasus hukumnya.

Ia bahkan menangis saat membicarakan kasus ini di media sosial.

“AWK tanggung semua biaya sekolah anak korban sampai sarjana. DPD RI pastikan pasal berlapis sampai pelaku busuk dipenjara,” tulis AWK.

AWK juga mendesak aparat menindak tegas pelaku pengeroyokan.

Bantuan juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. 

Politisi Partai NasDem itu memberikan bantuan paket sembako untuk keluarga KD. 

Meski sebelumnya dijadwalkan hadir secara langsung, Sahroni tidak dapat menghadiri penyerahan bantuan tersebut. Bantuan kemudian disalurkan melalui perwakilan.

Adapun paket bantuan yang diberikan berupa beras 50kg, mie instan 30 dus, minyak sayur 200 liter, dan telur sebanyak 25 kg. 

Sahroni berharap bantuan darinya ini dapat bermanfaat bagi keluarga dan saudara yang ditinggalkan.

"Saya turut berbelasungkawa atas apa yang terjadi kepada korban dan keluarganya. Main hakim sendiri jelas merupakan tindakan yang salah dan para pelaku harus diusut. Maka semoga bantuan ini dapat turut meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin 27 Juli 2026. 

Sementara itu, sepupu KD, Made Parta, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada keluarga korban. 

Bantuan tersebut datang dari pemerintah, relawan, influencer, donatur, hingga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Donasi Tembus Rp190 Juta

Donasi untuk keluarga KD, korban dugaan pengeroyokan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, telah mencapai sekitar Rp190 juta. 

Dana yang dihimpun relawan dan masyarakat itu rencananya akan dikelola dalam bentuk deposito untuk menjamin kebutuhan pendidikan kedua anak KD.

Salah satu relawan Buleleng, Ary Ulangun, mengatakan donasi tersebut berasal dari berbagai pihak. 

"Donasi yang sudah terkumpul dari saya, Nang Etong, serta beberapa teman lainnya totalnya ada Rp190 jutaan," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Ary menjelaskan, dana tersebut akan difokuskan untuk pendidikan kedua anak KD. 

Para donatur berpesan agar pengelolaan dana dilakukan secara ketat. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Harapannya bisa dipakai ke depan untuk sekolah. Para donatur berpesan agar ada pengelolaan yang ketat dan pemaksimalan pengelolaan dana," katanya.

Update Kasus Hukum: Kronologi dan 5 Orang Jadi Tersangka

Di sisi lain, Kepolisian Resor (Polres) Tabanan terus mengusut tuntas aksi main hakim sendiri tersebut.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menceritakan bahwa peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Wiwik saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

Aksi tersebut memicu amarah massa hingga berujung pengeroyokan fatal dan pembakaran sepeda motor korban.

"Warga sudah cukup lama mengeluhkan kasus kehilangan ternak ayam di wilayah tersebut sehingga saat pelaku tertangkap tangan situasi langsung memanas," ujar Wiwik, dilansir dari Tribunbali.com.

Saat petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, KD ditemukan telah meninggal dunia.

Dalam penyelidikan, polisi juga mengamankan sebilah pisau, sebuah ketapel, dan sejumlah batu kecil yang ditemukan berada pada korban. 

Barang-barang tersebut kini menjadi barang bukti dalam proses penyidikan. 

"Di lokasi kami mengamankan satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok, serta sebuah tas yang berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai yang diduga milik terduga pelaku," lanjut Wiwik.

Terbaru, Polres Tabanan telah menetapkan lima orang warga berinisial MJ, WS, KB, MK, dan ND sebagai tersangka pengeroyokan. Mereka dijerat Pasal 261 ayat (1) jo ayat (4) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah memeriksa 18 orang saksi dan menganalisis rekaman video.

"Untuk sementara kami fokus pada lima tersangka yang telah kami tetapkan. Jadi lima orang ini masih dalam pemeriksaan juga," ujar AKBP Putu Bayu Pati, Minggu (26/7/2026) malam.

Ia menambahkan, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman atas dua kejadian sekaligus, yakni dugaan tindak pencurian dan aksi pengeroyokan.

“Korban memang ditemukan membawa dua ekor ayam yang diduga hasil curian. Itu merupakan fakta yang kami temukan dalam penyelidikan," ucap Bayu Pati.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.