TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Menabrak sebatang kayu di dalam sungai menjadi faktor utama tenggelamnya perahu yang ditumpangi mahasiswa KKN di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumsel.
Dalam insiden tersebut, empat mahasiswa dari Universitas PGRI Silampari (Unpari) Kota Lubuklinggau sempat dikabarkan hanyut, di mana satu orang di antaranya ditemukan tewas tenggelam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, (27/7/2026) kemarin sore sekira pukul 15.00 WIB di aliran Sungai Rawas di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Muratara.
Diketahui korban tewas adalah Abdul Hadi Rohmadin, mahasiswa berusia 21 tahun warga Sp.11 Nibung, Muratara. Dia adalah satu-satunya korban tewas menjadi yang terakhir ditemukan oleh tim gabungan dan warga.
Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, melalui Kapolsek Karang Dapo, AKP Rusdan, mengatakan untuk korban meninggal dunia kini sudah dibawa ke rumah duka pada Senin, 27 Juli 2026 malam.
Baca juga: Penjelasan Unpari, Usai 4 Mahasiswa KKNnya Tenggelam di Sungai Rawas Muratara, 1 Tewas, 3 Trauma
Dijelaskan Kapolsek, berdasarkan keterangan dari Rizki Pratama yang juga merupakan mahasiswa KKN UNPARI rekan korban, pada hari Senin, (27/7/2026) sekira pukul 14.10 WIB, 5 orang mahasiswa pergi jalan-jalan di Sungai Rawas.
Kelima mahasiswa tersebut, lanjut Kapolsek, pergi menyusuri sungai dengan menggunakan sebuah ketek atau perahu kecil.
Dikatakan Kapolsek, namun pada saat dalam perjalanan, ketek yang ditumpangi korban dan rekan-rekannya menabrak sebatang kayu yang berada di dalam Sungai Rawas sehingga ketek tersebut kehilangan keseimbangan dan terbalik atau karam.
Akibat kejadian tersebut, seluruh penumpang tercebur ke sungai. Namun, empat orang mahasiswa bisa diselamatkan karena bisa berenang.
Sedangkan satu orang mahasiswa atas nama Abdul Hadi Rohmadin dinyatakan hilang dan diduga tenggelam.
"Dari 5 mahasiswa itu, 4 yang berhasil selamat. Sedangkan 1 orang awalnya sempat hilang," ungkap Kapolsek.
Baca juga: Sosok Abdul Hadi, Mahasiswa KKN Unpari Ditemukan Tewas Usai Perahunya Kecelakaan di Sungai Muratara
Mendapati informasi tersebut, selanjutnya personel Polsek Karang Dapo bersama Pemerintah Desa dan masyarakat langsung melakukan pencarian terhadap korban.
Hingga akhirnya sekira pukul 15.37 WIB, korban Abdul Hadi Rohmadin berhasil ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Hanya saja, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Setelah ditemukan, korban sempat dievakuasi menuju Puskesmas Karang Dapo," ungkap Kapolsek.
Hanya saja, karena korban sudah meninggal dunia, maka sekitar pukul 16.30 WIB jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans Desa Rantau Kadam.
"Sekitar pukul 18.30 WIB, jenazah korban tiba di rumah duka dan jenazah pun diserahkan kepada pihak keluarga," tutup Kapolsek.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com