Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung berharap Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang menjadi momentum lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa organisasi menghadapi tantangan di abad kedua.
Baca juga: PWNU Lampung Siap Dukung Percepatan Muktamar
Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo mengatakan, muktamar tidak hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi titik awal penyusunan arah organisasi ke depan.
"Harapannya tentu muktamar ini menjadi starting point yang baik menuju abad kedua Nahdlatul Ulama. Muktamar harus menghasilkan program dan kepemimpinan yang bisa diandalkan dalam rangka menavigasi arah NU di abad kedua ini," kata Puji Raharjo saat diwawancarai, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, para pendiri NU telah meletakkan fondasi organisasi yang kokoh selama satu abad. Karena itu, kepemimpinan hasil muktamar harus memiliki kekuatan yang sama dalam menjawab tantangan zaman.
"Kalau para muassis sudah meletakkan dasar-dasarnya selama seratus tahun pertama dan sudah kokoh berdiri kuat, maka muktamar hari ini harus melahirkan program-program dan kepemimpinan yang sama kuatnya.
Apalagi tantangan global sekarang seperti ini," ujarnya.
Puji juga berharap dinamika yang sempat terjadi di internal NU dalam satu tahun terakhir tidak kembali terulang.
Ia menginginkan kepemimpinan baru mampu menghadirkan suasana yang lebih sejuk bagi seluruh warga nahdliyin.
"Ke depan tentu kita ingin bagaimana kepemimpinan itu teduh, mengayomi, melindungi, dan memberikan insight positif ke jam'iyah," katanya.
Terkait mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU, Puji menjelaskan prosesnya dilakukan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Setiap pengurus cabang maupun wilayah akan mengusulkan nama calon anggota AHWA yang selanjutnya bertugas memilih Rais Aam PBNU.
"Nanti masing-masing cabang dan wilayah mengusulkan calon anggota AHWA. Dari kiai-kiai terpilih itulah yang kemudian merumuskan dan menetapkan siapa yang menjadi Rais Aam pada kepemimpinan NU periode berikutnya," jelasnya.
Sementara itu, pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan melalui mekanisme tersendiri dengan mempertimbangkan aspirasi warga NU.
Untuk keikutsertaan dari Lampung, Puji memperkirakan sekitar 100 delegasi resmi akan menghadiri Muktamar NU di Jombang.
"Setiap cabang mengirim lima orang. Karena ada 15 cabang berarti sekitar 75 orang, ditambah pengurus wilayah sekitar enam orang. Kalau delegasi resminya sekitar 100 orang," katanya.
Ia menambahkan, rombongan dari Lampung diperkirakan mulai berangkat H-1 hingga H-2 pelaksanaan muktamar.
Sebagian peserta memilih menggunakan jalur udara, sementara lainnya menempuh perjalanan darat.
"Bagi warga NU, muktamar itu juga menjadi ajang berkumpul dan reuni. Yang penting semuanya berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )