UMKM Dapat Angin Segar, Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, KIP Jawara Tambah Kuota
Pipit Maulidya July 28, 2026 05:52 PM

 

SURYA.CO.ID - Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut dilakukan melalui penurunan bunga pinjaman PNM Mekaar, rencana penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga perluasan Program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP) Jawara bagi perempuan pelaku UMKM.

Di tingkat pusat, pemerintah resmi menurunkan suku bunga pinjaman PNM Mekaar menjadi 8 persen per tahun. Sebelumnya, bunga pinjaman program tersebut berada di kisaran 18 hingga 25 persen.

Selain itu, bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap dipertahankan pada level 6 persen dan direncanakan kembali diturunkan menjadi 3 persen.

Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultramikro agar lebih mudah mengembangkan usahanya.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai kemudahan pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah. Padahal, kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha.

"Rata-rata mereka belum tahu bahwa ada berbagai kemudahan yang disiapkan pemerintah terkait permodalan. Ini perlu terus diekspos agar masyarakat bisa memanfaatkannya. Mereka juga banyak yang belum tahu kalau bunga PNM Mekaar sudah turun menjadi 8 persen," ujarnya.

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI tersebut, kemudahan pembiayaan bagi UMKM harus dibarengi dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Salah satunya di kawasan Ampel, Surabaya, yang dinilai memiliki peluang besar karena memadukan perdagangan, wisata religi, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Ia menilai kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi ekonomi terpadu sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Termasuk, potensi wisata sejarah seperti Jembatan Merah maupun Jembatan Petekan juga perlu lebih dioptimalkan sebagai daya tarik wisata," kata Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Jatim I Surabaya-Sidoarjo tersebut.

Program KIP Jawara Diperluas untuk Perempuan Pelaku UMKM

Di tingkat provinsi, dukungan terhadap UMKM diwujudkan melalui Program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP) Jawara yang menyasar perempuan pelaku usaha.

Program ini menjadi bentuk komitmen DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Anggota DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi rumah tangga.

Karena itu, bantuan stimulus bagi pelaku UMKM perempuan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Ketika ibu-ibu pelaku UMKM mendapatkan stimulus dan usahanya berkembang, maka ekonomi keluarganya ikut meningkat. Jika ketahanan keluarga kuat, kampung-kampung di Surabaya juga akan semakin baik perekonomiannya, kualitas hidup masyarakat meningkat, dan kondisi sosial menjadi lebih kondusif," katanya.

Ia menambahkan, Program KIP Jawara diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM perempuan naik kelas, mulai dari usaha yang baru dirintis hingga menjadi usaha yang mapan.

Penerima manfaat Program KIP Jawara saat ini mencapai 300 orang yang disalurkan melalui aspirasi DPRD.

DPRD Jawa Timur bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur juga tengah mengupayakan penambahan sekitar 100 kuota, meski tetap menyesuaikan kondisi fiskal APBD yang sedang mengalami penurunan.

"Insyaallah kami terus mengupayakan agar ada tambahan kuota dan manfaatnya benar-benar tepat sasaran. RW 13 Kelurahan Ampel menjadi salah satu wilayah yang kami prioritaskan agar masyarakatnya dapat menerima manfaat program ini," kata Cahyo saat ditemui pada reses Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono.

Sementara itu, pemerintah juga telah mengumumkan penurunan bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi 8 persen.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan bunga program Mekaar sebelumnya mencapai 18 hingga 25 persen.

Pengurangan suku bunga tersebut bertujuan memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultramikro.

"Telah diputuskan bahwa suku bunga pinjaman PNM Mekar yang sebelumnya berada pada kisaran 18 hingga 25 persen diturunkan menjadi 8 persen,” kata Maman dalam keterangan resminya, Senin (22/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.