Tribunlampung.co.id, Purwakarta - Raut wajah lelah almarhum Sumarna (42) pada Kamis (23/7/2026) malam itu kini menjadi kenangan terakhir yang tak pernah dibayangkan oleh sang istri, Siti Maryam.
Baca juga: Status WA Sumarna Seakan Jadi Pertanda Sang Satpam Pergi untuk Selamanya
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petugas keamanan itu pamit berangkat bekerja lebih awal, satu kebiasaan kecil yang mendadak terasa berbeda, sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi tangan terborgol.
Maryam mengenang, malam menjelang Jumat itu tak ada firasat buruk yang mengusiknya. Namun, raut wajah dan tubuh sang suami terlihat jauh lebih letih dibanding hari-hari biasanya.
Kejanggalan kecil pun sempat disadari Maryam. Biasanya, sebelum menjalankan tugas jaga malam, Sumarna tak pernah absen menghadiri pengajian Yasinan rutin warga.
Namun, di malam nahas itu, almarhum memilih langsung menuju tempat kerja tanpa memutar ke lokasi pengajian.
"Kelihatannya memang seperti kelelahan. Biasanya kalau malam Jumat berangkat lebih sore karena ikut yasinan dulu, tapi malam itu berangkatnya lebih awal dan tidak ikut rutinan," tutur Maryam dengan tatapan penuh duka saat ditemui di kediamannya, Selasa (28/7/2026), dilansir TribunJabar.id.
Meski tampak kelelahan, rutinitas kasih sayang seorang suami tak pernah luntur.
Sebelum melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah, Sumarna tetap melontarkan ucapan pamit yang hangat kepada sang istri serta memanjatkan doa demi keselamatan selama bertugas.
Siapa sangka, doa pamitan itu menjadi percakapan terakhir pasangan suami istri tersebut.
Keesokan harinya, Jumat (24/7/2026), kabar duka memutus selamanya kepulangan sang satpam.
Sumarna ditemukan tak bernyawa di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, dengan kondisi tangan terborgol.
Kini, di tengah keheningan rumah yang ditinggalkan almarhum, Siti Maryam hanya bisa menatap kenangan dan menggantungkan harapan penuh kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas misteri kematian suaminya.
"Saya ingin kasus ini segera terungkap," ucap Maryam lirih namun penuh penegasan.
Hingga saat ini, jajaran kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengurai tabir di balik tewasnya sang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur tersebut.