TRIBUNNEWS.COM - Seorang petugas keamanan bernama Sumarna (42) ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Korban yang bekerja di Perum Jasa Tirta II (PJT II) ini ditemukan meninggal dunia mengambang di air pada Jumat (24/7/2026).
Waduk Jatiluhur merupakan waduk terbesar di Indonesia yang digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), penyedia air, pengairan pertanian, hingga destinasi wisata.
Kakak ipar korban, Usep (53) mengatakan, Sumarna merupakan sosok yang amanah dan bertanggung jawab.
Selain menjadi petugas keamanan di PJT II, Sumarna juga didapuk menjadi anggota Linmas di lingkungan tempat tinggalnya di Desa kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
"Setahu saya, almarhum orangnya baik. Selain bekerja sebagai satpam PJT II, dia juga menjadi Linmas di desa. Artinya ada kepercayaan, baik dari perusahaan maupun dari pemerintah desa," ujar Usep saat ditemui TribunJabar.id di rumah duka, Selasa (28/7/2026).
Menurut Usep, kepercayaan banyak orang yang diembankan kepada adik iparnya tersebut menunjukkan bahwa Sumarna sosok yang bisa dipercaya.
Ia juga mengatakan bahwa Sumarna merupakan sosok ayah dan suami yang bertanggung jawab.
"Rumah saya dekat dengan almarhum. Yang saya tahu, walaupun sibuk bekerja, mengantar anak sekolah itu menjadi kebiasaannya. Anaknya memang lebih senang diantar oleh bapaknya," katanya.
Diketahui, Sumarna ditemukan tewas dengan meninggalkan seorang istri dan dua orang anaknya.
Keluarga kecil korban tersebut, lanjut Usep, telah mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Baca juga: Sosok Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Ditemukan Tewas, Tangan Terborgol ke Belakang
"Ada banyak bantuan dari berbagai pihak. Dari PJT juga ada perhatian. Saya dengar juga ada rencana beasiswa untuk anak almarhum yang sekarang kelas 3 STM. Mudah-mudahan bisa terealisasi," katanya.
Direktur Utama PJT II, Imam Santoso mengatakan, pihaknya tidak hanya menyalurkan santunan saja, pihak PJT II juga bakal memberi beasiswa untuk kedua anak korban hingga lulus sekolah.
Bahkan, putra sulung korban juga diberi kesempatan untuk bekerja di PJT II setelah lulus SMA besok.
"Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II. Kami kehilangan salah satu insan perusahaan yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi," ujar Direktur Utama PJT II, Imam Santoso kepada Tribunjabar.id, Senin (27/7/2026).
Pihak perusahaan yang bergerak pada pengelolaan sumber daya air (SDA) ini tak ingin keluarga korban sendirian menghadapi cobaan ini.
"Kami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi cobaan ini sendirian."
"Pendampingan yang kami berikan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada Perum Jasa Tirta II," kata Imam.
Kasus ini juga menjadi bahan evaluasi dari PJT II.
Pihak perusahaan bakal meninjau ulang sistem keamanan di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa bisa terulang lagi.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Daenza Falevi)