Kisah Haru dan Perjuangan, Anak Satpam Lulus Magna Cumlaude IPK 3,93 di UBP Karawang
Joseph Wesly July 28, 2026 08:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Banyak yang meragukan anak seorang satpam tak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Namun, mahasiswi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis bernama Tiara Maulia (22) berhasil membuktikannya.

Terpancar kebahagiaan atas raihan magna cumlaude dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,93 saat Wisuda Program Sarjana ke-12 UBP di Hotel Resinda Karawang pada Selasa (28/7/2026).

Tiga Jenis Predikat Cumlaude Berdasarkan IPK

Lulusan perguruan tinggi dengan prestasi akademik tinggi dapat memperoleh predikat kelulusan dengan pujian atau cumlaude. Predikat ini terbagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

  • Cumlaude

Predikat cumlaude berarti "dengan pujian". Umumnya diberikan kepada mahasiswa yang lulus dengan IPK 3,50 hingga 3,70.

  • Magna Cumlaude

Magna cumlaude memiliki arti "dengan pujian besar". Predikat ini biasanya diberikan kepada lulusan yang meraih IPK 3,70 hingga 3,90.

  • Summa Cumlaude

Summa cumlaude merupakan predikat akademik tertinggi yang berarti "dengan pujian tertinggi". Lulusan yang memperoleh predikat ini umumnya memiliki IPK 3,90 hingga 4,00, atau nyaris sempurna.

Perlu diketahui, ketentuan rentang IPK untuk predikat cumlaude dapat berbeda di setiap perguruan tinggi karena mengikuti peraturan akademik masing-masing.

Duduk di barisan depan

Dirinya duduk di barisan paling depan bersama beberapa wisudawan/wisudawati lainnya yang juga meraih predikat summa cumlaude hingga magna culmaude

Dengan menggunakan baju wisuda dan toga, ia maju ke depan saat diumumkan sebagai lulusan terbaik.

Usai prosesi wisuda, ia ditemani kedua orang tuanya, Jaja Jaenudin Praja (69) dan Heni Titayani (62), hendak menuju keluar ballroom hotel.

Saat ditanya awak media, warga Telukjambe, Karawang, itu mengatakan dirinya merupakan anak bungsu dan menjadi satu-satunya yang meraih gelar sarjana di keluarganya.

Tiara mengungkapkan rasa syukur atas capaiannya. Dirinya tak pernah menyangka menjadi lulusan terbaik di kampusnya.

"Bersyukur, enggak nyangka aja. IPK 3,93 jurusan Akuntansi," kata Tiara.

Dia menyebut, lulus menjadi sarjana pertama di keluarganya menjadi motivasinya.

Apalagi, ayahnya hanya seorang satpam dan ibunya tukang jahit kecil-kecilan.

Selama kuliah, dirinya juga tidak bekerja, hanya fokus kuliah. Sehingga semua biaya kuliah menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya dengan dibantu kakaknya.

"Saya sangat-sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah membiayai dari awal kuliah hingga saat ini, saya berada di titik ini, menjadi jurusan terbaik," kata dia.

Ia berharap dengan gelar ini dapat membanggakan kedua orang tuanya dan bisa mewujudkan cita-cita mereka untuk memiliki anak yang menjadi sarjana.

"Semoga dengan menjadi wisudawan terbaik ini, saya dapat membahagiakan, walaupun sedikit, kedua orang tua saya," kata dia.

Ayah Bangga Anak Jadi Sarjana Pertama

Ayah Tiara, Jaja, merasa bangga dan terharu atas capaian anaknya. Kerja kerasnya selama ini sebagai satpam perumahan dan pekerja serabutan terasa lunas terbayar.

Apalagi, di usianya yang hendak genap 70 tahun, dia memiliki anak bergelar sarjana.

"Cita-cita saya dari dulu mau punya anak sarjana, kakak-kakaknya enggak bisa karena terkendala biaya sehingga habis lulus SMA langsung pada kerja," kata dia.

Untuk anak bungsunya ini, kata Jaja, ia banting tulang agar bisa menjadi sarjana. Pekerjaannya sebagai satpam tidak bisa mencukupi biaya kuliah di kampus swasta, sehingga ia kerap bekerja serabutan untuk menambah penghasilan.

Istrinya juga membantu dengan membuka usaha jahit baju. Selain itu, kakak Tiara yang sudah bekerja turut membantu membiayai kuliah adiknya.

"Kalau dibilang enggak cukup, ya enggak cukup. Tapi kalau kata saya ini, Insya Allah saya berjuang dengan mati-matian. Anak saya sudah berhasil juga. Ya, kita bersyukur aja," kata dia.

UBP Karawang Wisuda 996 Mahasiswa

Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar wisuda sarjana ke-12. Pada momen spesial ini, sebanyak 996 mahasiswa dari 12 program studi Strata-1 resmi diwisuda dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin (27/7) dan Selasa (28/7), di Hotel Resinda Karawang.

Wisuda Universitas Buana Perjuangan Karawang mengusung tema "Navigasi Lulusan di Era Disrupsi: Mengintegrasikan Etika Bangsa, Resiliensi Ekonomi, dan Akar Budaya Perjuangan."

Dalam pidatonya, Rektor UBP Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, SE., MM, menyampaikan bahwa para wisudawan tidak hanya membawa ijazah sebagai bukti kelulusan, tetapi juga amanah untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan di tengah transformasi global yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa meninggalkan integritas, nilai-nilai kebangsaan, dan akar budaya.

Menurutnya, pendidikan tinggi saat ini dituntut terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah merupakan fondasi awal, sedangkan kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas, dan semangat belajar sepanjang hayat menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.