SURYA.CO.ID, JOMBANG - Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, satu bulan lagi.
Menjelang pelaksanaan agenda besar tersebut, warga di berbagai wilayah mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan ribuan peserta.
Salah satunya dilakukan keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek.
Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, MA Unggulan WH Jombang Siap Jadi Penginapan Utama
Mereka berencana memasang 500 umbul-umbul dan 1.000 bendera NU di sepanjang wilayah Kecamatan Diwek.
Rencana tersebut disampaikan Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, saat pengajian Seloso Legi di Masjid Shirotol Mustaqim, Desa Bandung, Selasa (28/7).
Kegiatan itu dihadiri jajaran syuriyah dan tanfidziyah MWCNU Diwek, pengurus 21 ranting NU, lembaga, serta badan otonom (banom).
Pemasangan atribut dilakukan lebih awal sebagai bentuk kesiapan menyambut Muktamar NU, meski belum ada instruksi khusus dari PCNU Jombang.
"Akan dipasang mulai tanggal 10 Agustus, mulai Mojosongo hingga Tebuireng," ujarnya.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU, Kawasan Tambakberas Jombang Bakal Steril dari Kendaraan
Selain pemasangan bendera dan umbul-umbul, MWCNU Diwek juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
KH Hamdi menjelaskan, Kantor MWCNU Diwek dan Masjid An-Nur Jatipelem akan difungsikan sebagai posko transit bagi para peserta.
"Saat Muktamar digelar, kantor MWCNU Diwek akan dihidupkan 24 jam sehari mulai 21 Agustus sampai 31 Agustus, siap melayani penginapan maupun istirahat," imbuhnya.
Ia juga mengajak warga yang memiliki rumah atau kendaraan dan bersedia meminjamkannya secara sukarela agar mendaftarkan diri ke Kantor MWCNU Diwek.
"Akadnya gratis, bukan disewakan, untuk membantu melancarkan mobilitas peserta," tambahnya.
Menurut KH Hamdi, Muktamar Ke-35 NU diperkirakan akan dihadiri lebih dari 100.000 warga nahdliyin. Selain itu, sekitar 30 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari luar negeri juga diperkirakan hadir di Jombang.
"Tidak mungkin orang sudah jauh-jauh ke Jombang, ke Tambakberas, tetapi tidak ingin mampir ziyarah ke Mbah Hasyim dan Gus Dur di Tebuireng," tandasnya.
Sementara itu, Rais Syuriah MWCNU Diwek, KH Nur Hadi, mengajak seluruh warga NU di Kecamatan Diwek untuk ikut menyukseskan Muktamar Ke-35 NU.
"Siapa saja yang ikut merawat NU, hidupnya akan diberkahi," ujarnya mengutip pesan kiai sepuh Jombang.
Kiai yang akrab disapa Mbah Bolong itu juga mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan istiqamah.
"Agar meraih shirothol mustaqim, yaitu jalan yang diberi keimanan, sehingga menikmati kehidupan, baik nikmat iman maupun nikmat istikomah," tambahnya.
Menurutnya, perjalanan hidup menuju Allah tidak cukup hanya berbekal fikih dan syariat.
"Tapi juga hati yang bersih," tambahnya.
Secara terpisah, Sekretaris MWCNU Diwek, Muhammad Ridwan, mengatakan rangkaian kegiatan menyambut Muktamar Ke-35 NU akan diawali dengan khatmil Qur'an.
"Tanggal 23 Agustus dan malam harinya doa bersama istighosah," ujarnya.
Selama Muktamar berlangsung, posko Kantor MWCNU Diwek juga akan menyediakan minuman bagi rombongan yang singgah.
"Untuk para rombongan yang singgah istirahat dalam perjalanan," pungkasnya.