Orangutan Masuk Lahan Warga di Tabalong, BKSDA Turun Tangan
M.Risman Noor July 28, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Seekor orangutan dewasa dilaporkan masuk ke lahan warga di Desa Habau RT 06, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Keberadaan primata langka endemik Kalimantan ini terlihat masuk ke lahan, termasuk perkebunan warga sejak empat hari yang lalu.

Merasa resah dengan keberadaan orangutan ini karena telah merusak tanaman kelapa dan rumbia, warga setempat kemudian melaporkan ke petugas terkait.

Dari laporan itu, petugas gabungan BKSDA Kalsel khususnya Resor Banua Anam, KPH Tabalong, Polsek Banua Lawas, anggota BPD Habau, ketua RT, serta masyarakat sekitar turun ke lokasi, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Panitia Pilkades Bitahan Baru Tapin Siapkan TPS, Antisipasi Hujan dengan Opsi Pindah ke Dalam Gedung

Baca juga: Sidang Pembunuhan Juru Parkir di Kawasan Pasar Wadai Banjarmasin, Terdakwa Dituntut 13 Tahun Penjara

Polhut BKSDA Kalsel, Aris Fadillah, saat dihubungi, Senin (27/7) siang, membenarkan tim sedang berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan mengupayakan evakuasi terhadap orangutan.

"Dari temuan kami di lapangan memang ada satu ekor orangutan dewasa jantan. Kalau laporan dari kepala desa, keberadaan orangutan di lokasi itu sudah ada sejak Jumat (24/7) tadi," kata Aris.

Disampaikannya, setelah memastikan memang ada orangutan dewasa di lahan warga itu, bersama tim gabungan mereka sempat berupaya mengevakuasi dengan cara menghalau ke tempat yang lebih jauh.

Namun saat itu orangutan tersebut tidak mau berpindah lokasi dan malah bertengger di pohon yang besar setelah sebelumnya melakukan perusakan terhadap beberapa pohon rumbia di lahan warga.

Mendapati kondisi seperti itu, selanjutnya diputuskan evakuasi akan dilakukan dengan pembiusan, tetapi menunggu tim dari BKSDA Banjarbaru yang sudah menerima laporan.


"Tapi ternyata pas kami lagi istirahat siang, orangutannya malah sudah meninggalkan lokasi menuju Habau di seberang sawah, makanya ini kami mau sisir lagi," katanya.

Tetapi karena keberadaannya sudah empat hari terlihat masuk lahan warga, lanjut Aris, maka ada kemungkinan satwa tersebut besok balik lagi untuk cari makan umbut pohon rumbia.

Untuk itulah Tim BKSDA Kalsel dan KPH Tabalong besok akan bersiap di lokasi untuk persiapan evakuasi dengan pembiusan apabila orangutan memang datang lagi.

"Evakuasi ini dilakukan atas permintaan warga sekitar karena satwa tersebut sudah meresahkan dan mengganggu atau merusak tanaman kelapa dan pohon rumbia, serta para penyadap karet dan pencari purun khususnya perempuan tidak berani beraktivitas di sekitar lokasi," katanya.

Terpisah, Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu agresivitas satwa.
  
 "Polres Tabalong bersama instansi terkait akan terus melakukan pengamanan dan pemantauan hingga proses evakuasi selesai, sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa tetap terjaga," ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan keberadaan orangutan tersebut kepada pihak berwenang, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.