SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Aksi dramatis warga mengevakuasi seorang kakek yang sakit menggunakan truk di Dusun Jlopo, Desa Curahmojo, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mendadak viral di media sosial.
Kakek yang diketahui bernama Doso (70), terkulai lemas saat ditemukan di area bekas galian pasir Dusun Jlopo.
Proses penyelamatan itu memicu keprihatinan mendalam akibat keterbatasan fasilitas kesehatan di desa setempat.
Warga terpaksa menggunakan peralatan seadanya untuk membawa korban yang kesakitan menuju rumah tinggalnya.
Baca juga: Warga Mojokerto Laporkan Judi Sabung Ayam di Kebun Pisang, Polisi Langsung Bakar Arena
Dari tayangan video yang diupload di media sosial Facebook itu, terlihat warga menghampiri seorang kakek yang kesakitan di kawasan bekas galian pasir.
Kakek yang ditemukan warga ini bernama Doso (70), yang bersangkutan dikabarkan meninggalkan rumah di Dusun Jlopo, Desa Curahmojo, pada Minggu (26/7/2026) siang.
Saat ditemukan pada Senin (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB, korban mengenakan kaos lengan panjang warna biru muda, dengan celana pendek hitam dengan kondisi terlentang dan memegang kaki kanannya.
Bagian perut ditali menggunakan rafia.
"Kemungkinan Roto (Jatuh) ini Doso, pinggangnya kesakitan perutnya sampai diikat tali. Untungnya tadi ketemu, kalau tidak, tidak tahu nasibnya bagaimana," ujar seorang pria di dalam video viral, yang diakses pada Selasa (28/7).
Dengan suara lirih, Doso mengerang kesakitan di bagian pinggang dan kedua kakinya.
Warga pun bergegas mencari bantuan, untuk segera membawa korban mendapat pertolongan medis.
"Cepat panggilkan ambulans," kata pria itu sembari memvideo kondisi korban.
Baca juga: Genjot Infrastruktur, Kabupaten Mojokerto Kini Punya 88 Ruas Jalan Baru
Keluarga korban bersama warga setempat beramai-ramai mendatangi lokasi.
Mereka terpaksa menggunakan alat seadanya berupa bale bambu untuk menolong korban yang tidak dapat berjalan diduga usai terjatuh.
Proses evakuasi berlangsung hampir 2 jam, akibat kendala akses jalan yang terjal dan sulit dijangkau.
Selama proses evakuasi korban ditandu, warga memintanya tetap menjaga kesadarannya.
"Jangan tidur Pak Dos, ini sudah sama Pak Polo," kata Sunaryo (42) keponakan korban saat ikut mengevakuasi pamannya.
Mirisnya, korban terpaksa dievakuasi menggunakan truk karena ketiadaan mobil ambulans siaga desa.
Kedatangan korban disambut ramai masyarakat setempat untuk ikut membantu mengangkat korban dari atas truk ke rumahnya.
Jarak jalan desa ke rumah korban sekitar lebih dari 20 meter.
"Mobil siaga desa (Ambulans) yang warga inginkan, hai calon-calon Lurah lihat ini kalau ada warga sakit tidak ada mobilnya," ucap Sunaryo sambil menunjuk truk yang mengangkut pamannya tersebut.
Baca juga: Gus Barra Serahkan Insentif Guru PAUD, Wujudkan SDM Tangguh di Kabupaten Mojokerto
Muhaimin (32) menantu korban menjelaskan, mertuanya ditemukan setelah sekitar dua hari menghilang dari rumah.
Korban mengalami penyakit pikun ketika ditemukan dalam kondisi lemas dan sadar.
"Evakuasinya menggunakan Bayang (Bale Bambu) karena darurat, kalau diangkat biasa pinggangnya sakit. Pakai truk dibawa ke rumah, seadanya biar cepat. Tidak ada mobil siaga desa di sini," bebernya.
Menurutnya, setelah tiba di rumah korban dibawa ke Bidan desa untuk mendapatkan pertolongan medis. Oleh bidan desa, korban diinfus dan disuntik obat untuk mempercepat pemulihan.
"Berobatnya di Bisan Desa, tidak dibawa ke rumah sakit," tandasnya.