Sampah di Sungai Sidoarjo Masih Menumpuk, Warga Jumputrejo Keluhkan Sampah Kiriman dari Lima Desa
Pipit Maulidya July 28, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Sampah di sungai Sidoarjo masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

Meski pembersihan rutin dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama masyarakat, tumpukan sampah masih kerap muncul di sejumlah titik dan dikeluhkan warga.

Salah satu lokasi yang masih mengalami penumpukan sampah berada di Sungai Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.

Di lokasi ini, sampah yang menumpuk bahkan mengganggu aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Warga Desa Jumputrejo menjadi pihak yang paling terdampak karena wilayahnya berada di bagian hilir aliran sungai.

Selain mencemari lingkungan, sampah yang menumpuk juga menghambat aliran air.

"Harapan kami sederhana, sungai di wilayah kami bisa bersih. Sampah kiriman dari lima desa di hulu masih kerap menumpuk di Jumputrejo," kata Ketua Komunitas Banda Raya, Erik Firmansyah, Selasa (28/7/2026).

Rutin Bersihkan Sampah

Menurut Erik, relawan Komunitas Banda Raya bersama warga selama ini rutin melakukan aksi bersih sungai secara swadaya.

Kegiatan tersebut dilakukan sedikitnya tiga kali dalam sepekan, ditambah gotong royong setiap hari Minggu.

Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan dukungan armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.

Saat ini, Komunitas Banda Raya memiliki sekitar 30 relawan. Sebanyak 10 hingga 15 orang aktif mengikuti setiap kegiatan pembersihan sungai.

Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh.

Pasalnya, fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Jumputrejo hingga kini belum berfungsi optimal.

Erik berharap dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada pengangkutan sampah, tetapi juga percepatan perbaikan TPS 3R, penyediaan sarana pendukung, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar budaya membuang sampah ke sungai dapat dihentikan.

Audiensi dengan Wakil Bupati

Untuk mencari solusi, Komunitas Banda Raya melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana.

Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam mempercepat normalisasi sungai.

Selain itu, disepakati pula optimalisasi kembali fungsi TPS 3R serta peningkatan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mewujudkan Sidoarjo yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan langkah terpadu untuk mengatasi penumpukan sampah di aliran sungai.

Penanganan dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, pegiat lingkungan, dan masyarakat guna mengembalikan fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko banjir.

Bersihkan Sampah Saja Tak Cukup

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan sungai.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan mulai dari normalisasi sungai, pembenahan tata kelola persampahan, hingga membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.

"Sampah di sungai akan kita koordinasikan untuk dilakukan normalisasi dan pengerukan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Ini tanggung jawab kita bersama," ujar Mimik.

Ia juga mengusulkan adanya jadwal gotong royong rutin bagi enam desa yang berada di sepanjang aliran sungai. Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya menjadi beban desa yang berada di wilayah hilir.

Selain itu, pemerintah desa diminta membenahi sistem pengelolaan sampah, termasuk penataan iuran sampah agar lebih tertib, transparan, dan mampu menunjang pelayanan kebersihan.

Selama ini, Pemkab Sidoarjo juga rutin melakukan pembersihan sungai.

Bahkan, alat berat dikerahkan untuk mengeruk sampah yang menumpuk di sejumlah titik, seperti di sungai dekat Perempatan Dungus, Kecamatan Sukodono, Sungai Sawocangkring di Kecamatan Wonoayu, serta beberapa lokasi lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.