Dicari Istri Sejak Subuh, Kakek 86 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sumur
Pipit Maulidya July 28, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Seorang kakek berusia 86 tahun berinisial K, warga Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur di belakang rumahnya, Selasa (28/7/2026).

Korban sebelumnya sempat dinyatakan hilang sejak waktu subuh. Keluarga baru menyadari keberadaannya tidak diketahui saat hendak beraktivitas di pagi hari.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan korban diduga berjalan menuju area sumur tanpa sepengetahuan anggota keluarga.

"Korban kesulitan berjalan karena memang sudah sepuh. Kemungkinan dia kehilangan keseimbangan," jelas Iptu Nanang Murdiyanto, Selasa siang.

Sumur tempat korban ditemukan berada di belakang rumah dan masih digunakan sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Lokasinya menyatu dengan kamar mandi.

Sumur tersebut memiliki diameter sekitar 1,2 meter dengan kedalaman permukaan air sekitar 3 meter.

Baca juga: Aturan Baru Kos di Surabaya Tuai Polemik, Pemilik Kos Wajib Izinkan Alamat untuk KTP dan KK 

Kronologi

Peristiwa bermula ketika istri korban, Lasirah, menyadari suaminya tidak berada di dalam rumah.

"Awalnya istri korban, ibu Lasirah menyadari jika suaminya tidak ada di rumah. Dia melapor ke keluarganya," sambung Nanang.

Mendapat laporan tersebut, keluarga langsung mencari korban di sekitar rumah. Mereka juga memberi tahu warga sekitar apabila melihat keberadaan K.

Saat proses pencarian berlangsung, salah seorang anggota keluarga mencoba melihat ke dalam sumur. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati tubuh korban sudah mengapung di permukaan air.

"Temuan itu dilaporkan ke perangkat desa, kemudian diteruskan ke Polsek Campurdarat," tutur Nanang.

Warga kemudian mengevakuasi jenazah korban dari dalam sumur.

Selanjutnya, personel Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Artinya korban meninggal bukan karena kekerasan fisik. Dugaannya karena tenggelam saat terjatuh dalam sumur," papar Nanang.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi melalui surat pernyataan resmi.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.