Donasi untuk Keluarga Terduga Maling Ayam yang Tewas Dikeroyok Tembus Rp190 Juta, Rumah Direnovasi
Dedy Qurniawan July 29, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Donasi untuk keluarga KD, pria terduga pencuri ayam yang tewas diketahui telah tembus Rp190 juta.

Kasus meninggalnya KD pria yang diduga menjadi korban pengeroyokan warga setelah dituduh mencuri ayam di Desa Batunya, Kabupaten Tabanan, Bali masih jadi sorotan.

Kepergian KD meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan tiga anaknya yang kini harus menjalani kehidupan tanpa sosok ayah.

Kondisi keluarga korban kemudian mengundang kepedulian dari berbagai pihak.

Beragam bantuan mulai diberikan, mulai dari dukungan pendidikan untuk anak-anak korban, rencana renovasi rumah, bantuan kebutuhan sehari-hari, hingga pendampingan psikologis dan hukum.

Perhatian publik semakin besar setelah rekaman pemakaman KD di Kuburan Desa Adat Sidetapa pada Sabtu (25/7/2026) beredar luas di media sosial. Tangisan anak bungsu korban yang masih duduk di kelas I SD saat prosesi pemakaman membuat banyak pihak ikut bersimpati.

Baca juga: Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK, Pernah Jadi Eksekutif BUMN

Sejumlah unsur, mulai dari pemerintah daerah, praktisi hukum, hingga tokoh publik, kemudian memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga yang ditinggalkan.

Pemkab Buleleng Siapkan Bantuan Pendidikan hingga Bedah Rumah

Pemerintah Kabupaten Buleleng langsung mendatangi rumah duka keluarga KD di Desa Sidatapa. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), serta pihak kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai.

Kepala Dinsos P3A Buleleng, Putu Kariaman, mengatakan kondisi keluarga dan lingkungan sekitar masih berada dalam suasana berkabung.

"Astungkara kondisinya kondusif, hanya saja keluarga dan warga masih dalam suasana berduka," kata Kariaman, dikonfirmasi Minggu (26/7/2026).

Menurut Kariaman, pemerintah daerah memprioritaskan keberlangsungan pendidikan anak-anak KD agar masa depan mereka tetap terjamin.

Anak-anak korban akan mendapatkan bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara anak kedua korban yang kini duduk di kelas I SMK diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Karangasem.

"Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda sangat mengharapkan agar pendidikan anak-anak korban tetap berlanjut," ujarnya.

Selain pendidikan, Pemkab Buleleng juga menyiapkan sejumlah program bantuan lain untuk keluarga korban, termasuk pemberdayaan ekonomi bagi istri KD serta perbaikan tempat tinggal.

"Selain sektor pendidikan, Dinsos P3A juga akan mengusulkan sejumlah bantuan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan. Istri korban akan diusulkan masuk program pemberdayaan ekonomi keluarga. Sedangkan rumah keluarga korban akan diusulkan memperoleh bantuan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah," papar Kariaman.

Untuk membantu pemulihan kondisi psikologis keluarga, pemerintah juga menurunkan tim psikolog.

"Mulai besok kami lakukan pendampingan psikolog. Secara kasat mata kondisinya memang mulai membaik, tetapi pendampingan tetap wajib dilakukan agar peristiwa ini tidak menjadi beban berkepanjangan bagi anak-anak, sekaligus mengukur sejauh mana tingkat depresi yang mereka alami," pungkas Kariaman.

Hotman Paris, Ahmad Sahroni, hingga Arya Wedakarna Beri Dukungan

Kepedulian terhadap keluarga KD juga datang dari sejumlah tokoh publik.

Pengacara senior Hotman Paris Hutapea menyatakan akan membantu biaya pendidikan anak korban. Melalui akun Instagram pribadinya, Hotman menyebut urusan bantuan sekolah akan ditangani oleh putrinya, Felicia.

“Felicia, putri Hotman akan urusin pengiriman uang sekolahnya,” tulis Hotman dalam unggahannya, dikutip Tribunsumsel.com pada Senin (27/7/2026).

Hotman mengaku prihatin melihat kondisi anak korban yang menangis saat pemakaman ayahnya.

"Hotman akan bayarin uang sekolahmu Dik! Mungkin Papi mu butuh ayam utk makan keluarga!! Bagi anak-anak yang hidup mewah dari orang tua: Kasus ini jadi kaca instrospeksimu," tulis Hotman dalam narasi gambar yang diunggahnya.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), menyatakan komitmennya untuk membantu biaya pendidikan anak-anak KD hingga jenjang perguruan tinggi. Ia juga menyatakan akan mengawal proses hukum kasus tersebut.

“AWK tanggung semua biaya sekolah anak korban sampai sarjana. DPD RI pastikan pasal berlapis sampai pelaku busuk dipenjara,” tulis AWK.

AWK juga meminta aparat penegak hukum mengusut kasus pengeroyokan tersebut secara tegas.

Dukungan lain datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Politikus Partai NasDem tersebut memberikan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga KD.

Bantuan itu disalurkan melalui perwakilan karena Sahroni berhalangan hadir secara langsung sesuai jadwal.

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari beras 50 kg, mi instan 30 dus, minyak sayur 200 liter, serta telur sebanyak 25 kg.

Sahroni berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga korban.

"Saya turut berbelasungkawa atas apa yang terjadi kepada korban dan keluarganya. Main hakim sendiri jelas merupakan tindakan yang salah dan para pelaku harus diusut. Maka semoga bantuan ini dapat turut meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin 27 Juli 2026.

Sepupu KD, Made Parta, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan bantuan, mulai dari pemerintah, relawan, influencer, donatur, hingga Ahmad Sahroni.

Donasi untuk Keluarga KD Capai Rp190 Juta

Selain bantuan langsung, dukungan masyarakat juga terkumpul melalui donasi. Dana yang dihimpun untuk keluarga KD telah mencapai sekitar Rp190 juta.

Relawan berencana mengelola dana tersebut dalam bentuk deposito agar dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan kedua anak KD dalam jangka panjang.

Relawan Buleleng, Ary Ulangun, menyebut dana tersebut berasal dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap keluarga korban.

"Donasi yang sudah terkumpul dari saya, Nang Etong, serta beberapa teman lainnya totalnya ada Rp190 jutaan," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Ary menjelaskan bahwa penggunaan dana akan diprioritaskan untuk pendidikan anak-anak KD. Para donatur juga meminta agar pengelolaan dana dilakukan secara hati-hati agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama.

"Harapannya bisa dipakai ke depan untuk sekolah. Para donatur berpesan agar ada pengelolaan yang ketat dan pemaksimalan pengelolaan dana," katanya.

(TribunTrends.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.