PEMA Percepat Pembangunan Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong, Target Serap Tenaga Kerja Lokal
Faisal Zamzami July 29, 2026 01:37 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA mempercepat pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dengan mendorong pembangunan pabrik baja ringan yang diproyeksikan menjadi penggerak klaster industri konstruksi di Aceh sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, saat meninjau progres pembangunan kawasan industri itu, Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan sekaligus mempercepat realisasi investasi strategis di sektor manufaktur.

Menurut Mawardi, pembangunan pabrik baja ringan merupakan bagian dari strategi jangka panjang PEMA untuk memperkuat industri konstruksi Aceh serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

"Kawasan Industri Aceh Ladong kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru yang produktif, modern, dan kompetitif. Kerja sama ini bukan sekadar membangun pabrik, tetapi membangun fondasi industri konstruksi Aceh agar mampu memenuhi kebutuhan daerah, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar Aceh, sekaligus menarik investasi lanjutan," ujarnya.

Dalam proyek tersebut, PEMA menggandeng PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui PT Aceh Global Steel. Kemitraan itu diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong alih teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas industri lokal.

Baca juga: PT PEMA Serahkan Dividen Rp 28,76 Miliar kepada Pemerintah Aceh

Pada tahap awal, pabrik akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare di dalam kawasan KIA Ladong. Fasilitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 2.000 ton baja ringan per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar Aceh dan wilayah sekitarnya.

Ke depan, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi klaster yang terdiri atas empat pabrik baja ringan yang saling terintegrasi guna memperkuat rantai pasok material konstruksi nasional.

Selain meningkatkan kapasitas industri, investasi ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

"Setiap investasi yang kami hadirkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin industri ini membuka lapangan kerja baru bagi putra-putri Aceh, menggerakkan pelaku usaha dan jasa pendukung, serta menciptakan efek berganda yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah," kata Mawardi.

Ia menambahkan, KIA Ladong memiliki prospek besar menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Aceh karena didukung ketersediaan lahan, pengembangan infrastruktur dasar, akses logistik yang strategis, serta kedekatannya dengan sejumlah pusat kegiatan ekonomi.

Melalui pengembangan kawasan industri tersebut, PEMA juga membuka peluang kerja sama dengan investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra strategis untuk membangun ekosistem industri yang kompetitif, memperluas kesempatan kerja, memperkuat sektor konstruksi, serta mempercepat transformasi ekonomi Aceh menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.