Daftar Materi Sosiologi Kelas 12 SMA Tahun Ajaran 2026/2027 Kurikulum Merdeka, Lengkap Bab 1–4
Siti Umnah July 29, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM - Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, mata pelajaran Sosiologi Kelas 12 SMA (Kurikulum Merdeka) dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman kritis mengenai dinamika masyarakat modern, digitalisasi, serta pentingnya menjaga kearifan lokal.

Pembelajaran Sosiologi pada jenjang ini mendorong peserta didik untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas kebudayaannya.

Sebagai panduan belajar mandiri maupun persiapan menghadapi asesmen sekolah, berikut adalah pemetaan lengkap materi Sosiologi Kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka dari Bab 1 sampai Bab 4.

Baca juga: 50 Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Sesuai EYD V yang Sering Salah Ketik

  • Bab 1: Perubahan Sosial

Bab pertama mengajak siswa memahami bagaimana masyarakat senantiasa bergerak, berubah, dan bertransformasi seiring berjalannya waktu.

A. Memahami Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan pergeseran yang terjadi dalam struktur, pola perilaku, dan sistem nilai masyarakat. Faktor pendorong perubahan meliputi perkembangan ilmu pengetahuan, penemuan baru (inovasi), serta dinamika kependudukan. Sementara faktor penghambatnya dapat berupa tradisi yang mengakar kuat atau keterasingan wilayah.

B. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial

  • Teori Perubahan: Meliputi Teori Siklus (masyarakat mengalami perputaran seperti roda), Teori Evolusi (perubahan bertahap), Teori Konflik (perubahan lahir dari pertentangan kelas), dan Teori Linier (berkembang menuju arah tertentu).
  • Bentuk Perubahan: Dibedakan berdasarkan kecepatan (evolusi vs revolusi), pengaruh (besar vs kecil), serta perencanaannya (planned change vs unplanned change).

C. Dampak Perubahan Sosial

Perubahan sosial membawa dampak ganda:

  • Dampak Positif: Modernisasi, efisiensi kerja, dan terciptanya integrasi sosial baru.
  • Dampak Negatif: Disorganisasi sosial, kultural lag (ketertinggalan budaya), serta fenomena anomi dalam masyarakat.
  • Bab 2: Globalisasi dan Masyarakat Digital

Bab ini berfokus pada fenomena melintasi batas negara melalui integrasi global serta pesatnya teknologi informasi.

A. Memahami Globalisasi

Globalisasi adalah proses menyatunya masyarakat dunia secara ekonomi, politik, dan budaya. Hal ini ditandai dengan arus informasi yang cepat, perdagangan bebas, serta tingginya mobilitas masyarakat antarnegara.

B. Perkembangan Masyarakat Digital

Era digital mengubah pola interaksi sosial dari tatap muka fisik menuju ruang siber (cyberspace). Masyarakat kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan platform digital dalam aktivitas perekonomian, pendidikan, serta komunikasi harian.

C. Respons Masyarakat Terhadap Globalisasi dan Era Digital

Masyarakat merespons era global dengan beragam cara:

  1. Pro-globalisasi: Mengadopsi keterbukaan teknologi dan budaya baru.
  2. Anti-globalisasi: Menolak pengaruh luar karena dikhawatirkan merusak tradisi.
  3. Glocal: Sikap adaptif dengan memadukan nilai global dan kearifan lokal (think globally, act locally).
  • Bab 3: Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital

Meskipun membawa kemajuan, pesatnya arus digitalisasi juga melahirkan serangkaian kompleksitas sosial baru.

A. Penyebab Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital

Masalah timbul karena ketidaksiapan sistem nilai lokal dalam menyaring pengaruh luar, ketimpangan akses terhadap teknologi (digital divide), serta melemahnya fungsi kontrol sosial di ruang digital.

B. Ragam Masalah Sosial Akibat Globalisasi dan Era Digital

  • Neokolonialisme & Imperialisme Budaya: Dominasi budaya luar yang menggerus kebudayaan lokal.
  • Kejahatan Siber (Cybercrime): Penipuan daring, peretasan data pribadi, penyebaran hoaks, dan cyberbullying.
  • Ketimpangan Sosial: Kesenjangan ekonomi antara wilayah yang melek teknologi dan daerah tertinggal.

C. Upaya Mengatasi Masalah Akibat Globalisasi dan Era Digital

Langkah penanganan membutuhkan kolaborasi multipihak:

  • Penguatan Literasi Digital: Meningkatkan kecakapan masyarakat dalam menyaring informasi.
  • Regulasi Hukum: Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran privasi dan kejahatan digital.
  • Karakter Bangsa: Menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai filter kebudayaan.
  • Bab 4: Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Bab penutup ini berfokus pada langkah konkret masyarakat dalam mempertahankan kemandiriannya di tengah arus global.

A. Pemberdayaan dan Potensi Kearifan Lokal

Kearifan lokal mencakup nilai, tradisi, dan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga keharmonisan alam dan sosial. Pemberdayaan bertujuan meningkatkan kemandirian warga tanpa mengesampingkan potensi daerahnya.

B. Berbagai Aksi Pemberdayaan Komunitas

Contoh nyata aksi pemberdayaan meliputi pengembangan desa wisata berbasis budaya, pengelolaan UMKM kuliner dan kerajinan khas daerah, serta konservasi lingkungan berbasis tradisi lokal.

C. Tahapan Pemberdayaan Komunitas Lokal

Proses pemberdayaan dilakukan melalui alur yang sistematis:

  • Perencanaan: Pemetaan kebutuhan dan identifikasi masalah komunitas.
  • Pelaksanaan: Pelatihan, pendampingan, serta pengorganisasian sumber daya warga.
  • Evaluasi & Pemantauan: Menilai keberhasilan program guna memastikan keberlanjutan (sustainability) kemandirian warga.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.