SURYA.co.id, JOMBANG – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa penyesuaian terhadap aktivitas para santri.
Selama forum permusyawaratan tertinggi NU berlangsung, proses belajar mengajar tetap berjalan melalui sistem daring, sementara sebagian santri akan bertugas sebagai relawan.
Kebijakan tersebut diterapkan agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengganggu persiapan pesantren sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Baca juga: 29 Hari Jelang Muktamar NU di Tambakberas Jombang, Panitia Kebut Fasilitas dan Penginapan Peserta
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan pembelajaran daring akan dimulai pada 20 Agustus 2026 dan berlangsung selama 11 hari.
"Santri tidak diliburkan. Mereka tetap mengikuti kegiatan belajar, hanya saja dilakukan secara daring," ujar pria yang akrab disapa Gus Rozaq saat ditemui di Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Rabu (29/7/2026).
Gus Rozaq menjelaskan, tidak semua santri dipulangkan ke rumah masing-masing selama muktamar berlangsung. Sebagian tetap berada di lingkungan pesantren karena mendapat tugas membantu kepanitiaan.
Mereka akan dilibatkan dalam berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pelayanan peserta, pengaturan lokasi kegiatan, hingga mendukung kelancaran aktivitas panitia di sejumlah titik.
"Santri yang tidak mendapat tugas khusus dipulangkan ke rumah dan mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah," katanya.
Menurut Gus Rozaq, keterlibatan santri dalam muktamar tidak hanya membantu menyukseskan penyelenggaraan acara, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran di luar kelas.
Selain memperoleh pengalaman berorganisasi dan melayani tamu, para santri tetap menjalankan kewajiban akademik karena sistem pembelajaran tidak dihentikan.
Panitia memastikan seluruh mekanisme pembelajaran daring telah disiapkan sehingga kegiatan pendidikan tetap berlangsung sesuai kalender akademik.
Dukung Pelayanan Ribuan Peserta Muktamar
Pelibatan santri juga menjadi bagian dari penguatan panitia lokal yang didukung ribuan relawan dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama.
Keberadaan mereka diharapkan mampu membantu pelayanan terhadap ribuan muktamirin dan tamu undangan yang akan memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
"Kehadiran para santri diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada ribuan muktamirin dan tamu undangan selama pelaksanaan muktamar," pungkas Gus Rozaq.
Melalui skema tersebut, Pondok Pesantren Bahrul Ulum berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan proses pendidikan dan kesiapan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.