Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya mengungkap sempat terjadi kenaikan gelombang di pantai selatan, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/7/2026).
Kenaikan gelombang ini dipicu usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang barat daya pada Selasa (28/7/2026).
Meskipun begitu, para nelayan di pantai Tasikmalaya Selatan tetap melaut dengan memperhatikan keamanan.
"Gelombang agak naik tapi tidak terlalu besar, tapi saya tidak terlalu tahu bahwa kenaikan gelombang dampak dari gempa di Jepang, padahal cuaca bagus," ungkap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya Dedi Mulyadi dikonfirmasi TribunPriangan.com.
Dedi mengaku, saat gempa terjadi dirinya bersama nelayan lain tengah melaut, jadi tidak terlalu terasa adanya gempa. Hanya kenaikan gelombang saja.
Baca juga: PCNU Kabupaten Tasikmalaya Harapkan Caketum PBNU Mampu Mengayomi Seluruh Pengurus
"Saya berada di tengah laut, jadi tidak terasa. Namun gelombang tersebut tidak tinggi, dan nelayan tetap melaut dengan memperhatikan keamanan," kata Dedi.
Saat ini di musim kemarau, nelayan di Pantai Selatan sedang musim jenis ikan kembung dan tongkol.
"Kalau sekarang sih gelombang sudah mulai normal, hanya angin saja, mungkin dampak kemarau. Tapi ada berkah, karena musim ini ikan kembung dan tongkol sedang banyak," jelas Dedi.
Diketahui, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang barat daya yang telah menewaskan sedikitnya 13 orang, hingga memutus aliran listrik ke ribuan rumah, dan merusak jalan di seluruh wilayah tersebut.(*)