Kisah Pilu Remaja 14 Tahun di Samarinda: Diduga Dicabuli Ayah 7 Tahun, Sampai Gemetar Saat Bercerita
Doan Pardede July 29, 2026 06:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Kisah pilu dialami seorang remaja putri berusia 14 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dengan kondisi masih diliputi rasa takut, korban akhirnya memberanikan diri mengungkap dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan ayah kandungnya sendiri.

Korban diduga menjadi korban pelampiasan nafsu sang ayah berinisial P (32) selama kurang lebih tujuh tahun, sejak masih berusia sekitar delapan tahun.

Kasus ini kini telah ditangani Polresta Samarinda dengan pendampingan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur.

Baca juga: Viral Emak-emak Diduga Mencuri Diikat dan Dihakimi Massa di Pasar Segiri Samarinda

Korban Ketakutan dan Gemetar Saat Menceritakan Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKaltim.co, kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban mengetahui dugaan perbuatan pelaku dan meminta pendampingan kepada TRC PPA Kaltim.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada Selasa, 28 Juli 2026 sekitar pukul 19.00 WITA.

Saat tim tiba di lokasi, suasana rumah dipenuhi kepanikan dan kesedihan. Sejumlah anggota keluarga menangis, sementara korban tampak sangat ketakutan.

"Saat tiba, situasi memang tidak baik. Keluarga ada yang menangis dan korban dalam kondisi ketakutan. Jadi di situ saya peluk untuk menenangkan korban," ujar Rina usai mendampingi korban di Mapolresta Samarinda.

Menurut Rina, selama proses pendampingan korban masih terlihat gemetar ketika diminta menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya.

Berawal dengan Alasan Diajak Berobat

Dari pengakuan korban, dugaan kekerasan seksual pertama kali terjadi ketika pelaku mengajaknya keluar rumah dengan alasan hendak berobat karena sedang sakit.

Namun, korban justru dibawa ke lokasi lain dan diduga disetubuhi.

Perbuatan itu disebut tidak berhenti pada satu kejadian. Korban mengaku dugaan kekerasan terus berulang selama bertahun-tahun, baik di rumah maupun di kawasan semak-semak.

Peristiwa terakhir, menurut pengakuan korban, diduga terjadi sekitar sepekan sebelum kasus ini terungkap.

Keluarga Emosi, Pelaku Diserahkan ke Polisi

Setelah dugaan perbuatan pelaku diketahui keluarga, emosi sejumlah anggota keluarga sempat memuncak.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, pelaku langsung diamankan oleh keluarga sebelum akhirnya diserahkan kepada Polresta Samarinda pada Selasa malam.

Rina menjelaskan, sebenarnya laporan polisi telah dibuat lebih dulu oleh tante korban pada 25 Juli 2026.

Baca juga: Polisi Samarinda Tangkap Ayah Tiri Cabuli Anak 5 Tahun, Korban Diancam Serta Disuap Rp5 Ribu

Korban dan Ibu Alami Syok Berat

Akibat dugaan kekerasan yang dialami selama bertahun-tahun, korban bersama ibu kandungnya mengalami guncangan psikologis yang berat.

TRC PPA Kaltim memastikan korban akan terus memperoleh pendampingan, baik dari sisi hukum maupun psikologis.

"Kasus ini sudah mendapatkan asesmen dari UPTD Samarinda. Insyaallah korban pasti mendapatkan pendampingan, baik secara hukum maupun psikologisnya," kata Rina.

Sementara itu, proses hukum terhadap terduga pelaku kini ditangani oleh kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.