TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Maling ayam di Tabanan Bali ternyata sempat mengancam pemilik ayam ketika kepergok. Kini pemilik ayam yang akan dicuri justru ditetapkan sebagai tersangka.
Dua anaknya pun menangis setiap hari karena tak bertemu ayah.
KD, maling ayam tewas dikeroyok di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Baturiti, Tabanan, Bali pada Jumat (24/7/2026).
Ia merupakan warga Desa Sidatapa, Buleleng, Bali.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menerangkan setelah memeriksa 18 saksi, polisi sudah menetapkan lima orang tersebut.
Mereka adalah :
MJ
WS
KB
MK
ND
Tersangka dijerat Pasal 262 ayat (1) juncto ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum.
"Sementara kami fokus pada lima tersangka yang telah kami tetapkan. Jadi lima orang ini masih dalam pemeriksaan juga," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, KD, kepergok membawa dua ekor ayam.
Baca juga: Dikritik Soal Sayembara, KDM Sebut Jika Ada Sayembara Maling Ayam Dihakimi Massa di Bali Tak Terjadi
"Korban (KD maling ayam) membawa dua ekor ayah yang diduga hasil curian. Itu fakta yang kami temukan dalam penyelidikan," katanya.
Selain itu polisi juga menemukan sebilah pisau, ketapel, dan batu kecil.
Akibat dikeroyok massa, KD mengalami luka serius sampai meninggal di tempat.
"Korban ditemukan dalam keadaan sekarat dengan tiga luka robek di bagian kepala serta sejumlah luka lebam di tubuhnya," katanya.
Kasus maling ayam tewas dikeroyok menyita perhatian publik setelah video sang anak, K (7) menangis histeris ketika pemakaman.
Baca juga: Kasus Terduga Maling Ayam Tewas Dikeroyok, Keluarga Ungkap Korban Hilang usai Serahkan Uang Sekolah
Kini ia menerima banyak sekali bantuan dari berbagai pihak.
Dari warga, artis, influencer, sampai pejabat.
Beda nasib dengan anak tersangka pengeroyokan.
Dua anak usia 4 tahun dan 4 bulan justru harus menahan rindur karena ayahnya ditangkap polisi.
Dia adalah anak dari tersangka, I Made Juliana.
Sang istri, Ni Putu Ayu Yuni Astini menerangkan bahwa sang suami berpesan untuk tidak menceritakan keberadaannya pada anak.
"Sempat nanya, karena bapaknya nyuruh 'jangan bilang saya kenapa-kenapa, bilang aja saya kerja'. Kemarin dia nangis sampai ketiduran. Manggil bapak terus," katanya.
MJ merupakan seorang petani.
Dia tulang punggung keluarga yang menghidupi istri dan dua orang anak.
MJ tak ditahan sendiri, ia mendekam bersama sang ayah, MK.
Ayu cerita kejadian bermula ketika iparnya memergoki KD sedang mencuri ayam.
"Ipar saya diam di rumah, dia mendengar suara motor, dia keluar dia kira ada orang yang berkunjung kepondoknya ternyata itu maling. Dia keluar terus manggil tetangga sekitar untuk bantu biar gak ada kejadian malingnya itu," katanya.
Baca juga: Beda Pengakuan Istri dengan Temuan Polisi Soal Maling Ayam di Bali, Tutup Kelakuan Suami Depan KDM
Ketika memergoki ternyata KD malah mengancam.
Maling ayam justru mengeluarkan sebilah pisau.
"Pas dia mergoki malah malingnya balik menantang ipar saya, mau membunuh ipar saya. Dia telepon suami saya untuk minta bantuan. Dibantu sama warga disuarakan pentungan," katanya.
Sebelum ditangkap, sang suami sempat curhat karena fotonya sudah tersebar di media sosial.
"Dia bilang gini aja, 'ada foto saya di sana nanti gimana ini kalau udah viral gini'. Terus saya tanya, 'sempat ikut emangnya ?'. 'Gak', saya kan gak tahu," katanya.
Ia berharap hukuman suami diringankan demi bisa mencari nafkah untuk keluarga.
"Semoga diringankan cepat pulang soalnya dia yang jadi tulang punggung keluarga. Mertua saya juga sakit gak bisa bekerja di kebun, anak saya juga masih kecil-kecil," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t