Dedi Mulyadi Jadi Presiden Jika Pilpres Hari Ini, Suara Prabowo Subianto Merosot di Survei SMRC
Muhamad Syarif Abdussalam July 29, 2026 07:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dedi Mulyadi berpotensi besar memenangkan kursi kepemimpinan nasional dan jadi presiden jika pemilihan presiden digelar hari ini. Sementara itu, keterpilihan incumbent Prabowo Subianto justru merosot tajam.

Hal tersebut merupakan hasil temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Elektabilitas Calon-calon Presiden” yang dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Rabu (29/7/2026).

Potensi Dedi Mulyadi untuk jadi presiden tercermin dari riset teranyar SMRC periode 5–19 Juli 2026, dalam rilis resmi yang diterima, Rabu (29/7/2026).

Dalam simulasi semi-terbuka, Dedi Mulyadi memimpin jauh di urutan teratas dengan angka 35 persen, meninggalkan Prabowo Subianto di posisi kedua yang terlempar ke angka 14,5 persen.

Sejumlah nama kandidat lain mengekor di papan bawah, seperti Anies Baswedan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, serta Mahfud MD 4 persen, sedangkan figur lainnya berada di bawah 2 persen.

Di samping itu, 12,8 persen pemilih yang belum menentukan pilihan atau enggan menjawab.

Elektabilitas Prabowo merosot tajam dari 34,9 persen pada survei November lalu menjadi tersisa 14,5 persen per Juli 2026 dalam durasi sembilan bulan.

Berbanding terbalik dengan kondisi Prabowo yang merosot tajam, tingkat keterpilihan Dedi Mulyadi melonjak pesat dari 19,7 persen menuju 35 persen pada kurun waktu serupa.

Skenario adu tanding (head-to-head) makin mengukuhkan Dedi Mulyadi untuk jadi presiden jika pilpres digelar hari ini lewat raihan 59 persen suara, sementara Prabowo makin terperosok di angka 28,3 persen, dan 12,7 persen sisanya belum bersikap.

Dinamika penurunan Prabowo pada simulasi dua nama berlangsung sangat drastis dalam empat bulan terakhir, yakni merosot dari 50,5 persen pada survei Februari–Maret 2026 menjadi 28,3 persen di bulan Juli 2026.

Sebaliknya, dukungan masyarakat agar Dedi Mulyadi jadi presiden terus meroket dari 42,6 persen hingga menginjaki angka 59 persen.

Penarikan sampel riset ini mencakup seluruh WNI yang memiliki hak pilih secara nasional. Dari total 749 responden terpilih acak, masyarakat yang memiliki saluran telepon diwawancarai lewat telepon (83,8 persen), sedangkan warga non-telepon dijangkau secara tatap muka (16,2 persen).

Format komposisi wawancara ini diselaraskan dengan proporsi riil pengguna ponsel pintar serta non-pengguna. Tingkat toleransi kesalahan (margin of error) dipatok +/- 3,7 persen, di mana jurang selisih antarkandidat dinyatakan signifikan secara statistik apabila menembus minimal dua kali margin of error (7,4 persen).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.