Kesbangpol Aceh Lakukan Pertemuan di Bireuen, Bahas Penguatan Etika Politik dan Stabilitas Daerah
Muhammad Hadi July 29, 2026 08:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menggelar kegiatan Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Etika dan Budaya di Hotel Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema "Peran Strategis Kebijakan Politik Daerah dalam Menjaga Stabilitas dan Pembangunan."

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan partai politik nasional dan partai politik lokal, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Bireuen, mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim), Universitas Islam Aceh (UIA) Bireuen, Universitas Ummah, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), tokoh masyarakat, pelajar SLTA sederajat, serta sejumlah organisasi dan lembaga kemasyarakatan lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Dr. Munawar, M.A.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber. Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Dr. Munawar, M.A., menyampaikan materi "Peran Pemerintah Aceh dalam Pembinaan Politik." Ketua KIP Kabupaten Bireuen, Saiful Hadi, memaparkan materi mengenai "Perkembangan Sistem Ketatanegaraan dan Tata Kelola Pemilu serta Pilkada."

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bireuen, Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H., menyampaikan materi "Pembinaan Politik dalam Rangka Mendukung Pembangunan di Kabupaten Bireuen."

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh melalui Kesbangpol untuk meningkatkan literasi politik masyarakat, memperkuat budaya demokrasi yang sehat, serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga stabilitas politik dan pembangunan daerah.

Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab.

 Melalui metode tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai etika politik, sistem demokrasi, tata kelola kepemiluan, hingga pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.

Dalam sambutannya, Dr. Munawar menegaskan bahwa pendidikan politik harus mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, dewasa, dan berintegritas dalam menjalankan kehidupan demokrasi.

Menurutnya, politik tidak hanya berbicara tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana membangun peradaban melalui etika, akhlak, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca juga: 562 Desa di Bireuen Sudah Cairkan Dana Desa Tahap II, 67 Gampong Masih Berproses

"Mari kita berpolitik dengan mengedepankan etika, akhlak yang mulia, saling menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan. Di era digital saat ini, masyarakat juga harus bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi digital agar mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkontribusi menciptakan ruang informasi yang sehat, damai, serta produktif.

Meningkatkan pengetahuan masyarakat 

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Aceh berharap pendidikan politik tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membentuk budaya politik yang santun, demokratis, beretika, dan berakhlak, sekaligus memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap penyebaran informasi palsu.

Dengan demikian, stabilitas daerah dapat terus terjaga sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan Aceh yang maju, damai, dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Bireuen. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.