Demi Boyong Keluarga, Fajar Sadboy Kerja Keras Incar Rumah Impian, Usai Sinetron Bidik Layar Lebar
Budi Sam Law Malau July 29, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Dikenal lewat raut wajah melankolis dan kalimat-kalimat puitisnya yang viral, Fajar Sadboy kini membuktikan bahwa perjalanan kariernya bukan sekadar sensasi sesaat.

Pemuda berusia 19 tahun ini kian mantap meniti karier di dunia seni peran, membawa mimpi besar yang jauh dari kata main-main.

Usai merampungkan proyek sinetron terbarunya, pemilik nama asli Fajar Labatjo ini mulai menatap peluang baru di industri hiburan, termasuk mengincar peran di film layar lebar.

Pengalaman beradu akting dengan jajaran bintang ternama seperti Gisella Anastasia dan Kenny Austin menjadi batu loncatan berharga bagi perjalanan aktingnya.

"Jujur seru banget ya, bahagianya di lokasi nggak ada yang cemberut. Suasananya cair gitu. Mau take, nggak take, ketawa semua dari kru sampai guru-guru," ujar Fajar saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

Kehangatan di Lokasi Syuting dan Candaan dengan Gisel

Meskipun tergolong pendatang baru di panggung akting,

Fajar tak canggung membangun chemistry dengan para seniornya.

Ia mengenang momen-momen hangat di balik layar bersama Gisella Anastasia dan Kenny Austin yang begitu membimbingnya.

Baca juga: Kronologi Fajar Sadboy Kecelakaan, Tangan Retak dan Kuku Copot

"Sama Kak Gisel seru ya, gak ada canggungnya. Kadang kalau di lokasi aku suka godain dia," tutur Fajar sembari tertawa.

Tak hanya Gisel, kehadiran Kenny Austin juga memberikan kesan mendalam baginya.

Pemuda kelahiran Gorontalo ini mengaku banyak menyerap ilmu seni peran dari suami Amanda Manopo tersebut.

"Sama Kak Kenny aku sering diarahkan buat berakting. Banyak keseruan lah di lokasi, susah dilupakan," ungkapnya.

Mengumpukan Pundi Rupiah Demi Istana Keluarga

Di balik kerja kerasnya melakoni jadwal syuting yang padat, ada motivasi mendalam yang mendorong Fajar untuk terus melangkah.

Seluruh pundi-pundi rupiah yang ia kumpulkan dari panggung hiburan ditabung demi mewujudkan impian terbesarnya: membeli sebuah rumah.

Fajar merindukan hunian tapak yang layak untuk memboyong keluarga tercintanya dari Gorontalo, meninggalkan kepenatan tinggal di apartemen yang dirasakannya kurang leluasa.

Bagi Fajar, rumah bukan sekadar bangunan megah, melainkan simbol perjuangan dan tempat pulang yang sesungguhnya.

"Rencananya aku mau beli rumah. Biar bisa bawa keluargaku dari Gorontalo tinggal di rumah itu. Sekarang kan di apartemen, kurang enak lah kalau gak punya rumah," jelasnya jujur.

Ia tak mematok standar tinggi untuk calon istana kecilnya kelak.

Kebahagiaan dan keamanan keluarganya adalah prioritas utama dari hasil keringat yang ia perjuangkan selama ini.

"Enggak terlalu mahal, nggak mewah juga sih, yang penting nyaman buat ditinggalin.  Amit-amit jauh dari banjir dan jauh dari begal. Pentingnya rumah itu biar bisa jadi tempat pulang paling nyaman," pungkas Fajar.(Ari)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.