Liputan6.com, Jakarta - Visa berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.600 karyawan atau 7% dari total tenaga kerjanya. Langkah tersebut dilakukan ketika perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi sekaligus mengalokasikan lebih banyak investasi ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan.
Mengutip CNBC, Rabu (29/7/2026), pemangkasan tenaga kerja terutama akan menyasar divisi teknologi dan produk. Karyawan yang terdampak akan mulai dihubungi pada Selasa untuk mendapatkan informasi mengenai langkah selanjutnya dan bantuan transisi.
CEO Visa Ryan McInerney menyampaikan perubahan tersebut melalui memo internal perusahaan. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi salah satu faktor yang mengubah cara perusahaan bekerja.
“Untuk menangkap peluang di masa depan dan menempatkan Visa pada posisi terbaik dalam memimpin transformasi ini, kami harus terus mengembangkan cara kami bekerja,” tulis McInerney.
“AI juga membantu mempercepat evolusi ini dan membentuk cara pekerjaan dilakukan di Visa,” lanjutnya.
Pada akhir tahun fiskal terakhir, Visa tercatat memiliki sekitar 34.100 karyawan.
Namun, AI bukan menjadi satu-satunya faktor di balik keputusan PHK tersebut. Perusahaan juga tengah melakukan efisiensi dan mengarahkan investasi ke sejumlah lini pertumbuhan.
PHK Visa berlangsung ketika perusahaan di sektor keuangan dan teknologi semakin banyak memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pekerjaan teknis, termasuk pengembangan perangkat lunak.
Pada saat yang sama, perusahaan berupaya mengendalikan biaya setelah melakukan perekrutan tenaga kerja secara agresif selama beberapa tahun terakhir.
Visa berencana meningkatkan investasi pada sejumlah sektor yang dipandang memiliki peluang pertumbuhan. Fokus tersebut mencakup konsumen kelas atas, transaksi lintas batas, pembayaran bisnis, stablecoin, hingga ekspansi geografis.
“Sebagai hasil dari pilihan yang telah kami buat selama beberapa tahun terakhir, kami memasuki era baru dalam perdagangan dengan bisnis yang memiliki momentum nyata,” tulis McInerney.
Dalam memo tersebut, McInerney juga menyinggung kinerja keuangan yang baik serta tingkat kepuasan klien sebagai modal perusahaan memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Perubahan struktur tenaga kerja ini menjadi bagian dari upaya Visa menyederhanakan organisasi sembari mengalihkan sumber daya ke sektor yang dinilai lebih menjanjikan.