Setelah 1.081 Hari, Roberto Mancini Pulang ke Timnas Italia dan Minta Maaf
Beri Bagja July 30, 2026 01:33 AM

HANDOUT/AFP
Roberto Mancini diresmikan kembali melatih Timnas Italia pada Rabu (29/7/2026).

BOLASPORT.COM - Roberto Mancini dan Claudio Ranieri diperkenalkan Timnas Italia sebagai kombo pelatih dan direktur teknik yang baru pada Rabu (29/7/2026).

Juru taktik berusia 61 tahun itu resmi menjalani periode keduanya di kursi pelatih Gli Azzurri mulai tengah pekan ini.

Roberto Mancini bersama Claudio Ranieri dilantik Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, sebagai titik akhir dari kisruh manajerial yang terjadi di Timnas Italia empat hari terakhir.

Bagi Mancini, momen ini sekaligus dijadikan kesempatan menebus 'dosa' yang diperbuat pada akhir periode pertamanya di Azzurri (2018-2023).

Pria yang kerap disapa Mancio meninggalkan kursi pelatih dengan cara kontroversial tiga tahun silam, tepatnya Agustus 2023.

Dia dibenci publik Negeri Piza karena dituding lebih memilih rayuan gaji selangit dari Arab Saudi ketimbang bertahan menukangi Italia.

Berselang 1.081 hari sejak kejadian tersebut, Mancini pulang untuk menduduki posisinya kembali dan meminta maaf atas perbuatannya dulu.

"Saya ingin menghindarkan Anda dari masalah ini karena saya membayangkan Anda semua pasti ingin sekali menanyakan pertanyaan yang sama," begitu kata-kata pertama Mancini dalam acara pelantikan di markas FIGC di Roma.

"Apa yang terjadi tiga tahun lalu adalah kurangnya komunikasi antara Presiden (FIGC saat itu, Gabriele) Gravina dan saya."

"Seandainya kami berbicara secara langsung, situasinya pasti akan berbeda."

"Seragam tim nasional itu mirip seperti cinta sejati dalam hidup Anda. Jika Anda kehilangannya, berarti Anda telah melakukan kesalahan."

"Tidak peduli seberapa baik prestasi sebelumnya, jelas Anda telah melakukan sesuatu yang salah."

"Saya minta maaf atas segala yang terjadi selama tiga tahun terakhir, tetapi takdir dan Malago telah memberi saya kesempatan untuk mencoba lagi."

"Saya akan berusaha membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya," kata sosok pemberi gelar juara Euro 2020 sebagai trofi terakhir yang dimenangkan Italia.

 

Target Mancini

Kali ini Roberto Mancini meneken kontrak kerja yang mengikatnya hingga empat tahun ke depan.

Dia kembali memikul beban berat untuk membawa Timnas Italia bangkit dari keterpurukan.

Kendati mempersembahkan gelar juara Piala Eropa, Mancio menyisakan noda kegagalan karena tak bisa membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2022.

Dia menargetkan diri untuk menebus pencapaian buruk masa lalu dengan dukungan figur sekelas Claudio Ranieri di sampingnya.

Tak lupa, eks pelatih Inter Milan dan Manchester City berharap fan dapat memaafkannya lewat prestasi yang baik.

"Saya ingin menurunkan tim yang mampu mengulangi prestasi 2021 (juara Eropa). Skuadnya sudah ada, bakatnya juga ada, dan para pemainnya masih muda, jadi tujuan kami adalah memainkan sepak bola yang bagus dan positif," lanjutnya.

"Saya adalah pelatih tim nasional. Saya sangat menyadari akan ada orang-orang yang menentang saya."

"Saya akan berusaha membuat tim bermain sangat baik sehingga mereka kembali jatuh cinta dan mungkin bisa memaafkan saya atas apa yang terjadi."

"Suasana terakhir kali lebih santai meskipun kontroversi ini akan berlalu dan kami akan menghadapi tekanan seperti biasa sebagai pelatih timnas."

"Kami memiliki pemain-pemain bagus di Italia, kami harus memberi mereka waktu dan kesabaran untuk berkembang. Hanya tiga bulan saja bisa membuat perbedaan besar."

"Saya pernah berada di sini selama lima tahun pada masa bakti pertama dan saya sangat bahagia."

"Kini kami telah menandatangani kontrak empat tahun. Saya berharap bisa meraih satu atau dua trofi, dan semoga bisa tetap bertahan bahkan setelah itu, jika memungkinkan."

Di depan, tugas berat menanti mantan pelatih Timnas Arab Saudi ini. Sebelum menatap comeback ke Piala Dunia 2030, Gli Azzurri akan melakoni kejuaraan UEFA Nations League 2026-2027 dan Piala Eropa 2028.

"Tujuan kami adalah membawa Nazionale kembali meraih kemenangan karena itulah yang terpenting dalam sepak bola," imbuh Mancini.

"Masalah-masalah akan berlalu jika kami berhasil menang. Saya hanya bisa berharap agar lebih banyak pemain Italia yang turun ke lapangan sehingga kami memiliki lebih banyak pilihan, memungkinkan para pemain berkembang dengan cepat dan menjadi pemain hebat," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.