Adu Kekayaan Palembang vs Makassar: Duel Daerah Industri Pengolahan dan Perdagangan
Yandi Triansyah July 30, 2026 08:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Palembang dan Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai raja ekonomi di wilayah masing-masing.

Kedua kota metropolitan ini berdiri sebagai daerah terkaya di Provinsi Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan dengan perolehan nilai ekonomi yang saling berkejaran.

Berdasarkan ukuran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku, skala kekayaan kedua kota raksasa ini terbilang beda tipis.

Namun, di balik angka-angka jumbo tersebut, keduanya bergerak di atas fondasi ekonomi yang cukup kontras.

Baca juga: Kendari vs Palembang, Duel Kas Daerah Dua Daerah Gerbang Logistik dan Pusat Perdagangan

Palembang perkasa lewat kepulan asap pabrik industri pengolahan, sementara Makassar tampil lincah menguasai urat nadi perdagangan.

Bagaimana jika pundi-pundi kekayaan kedua daerah ini diadu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 30 Juli 2026? Berikut ulasan lengkapnya.

Makassar: Sang Raksasa Perdagangan dan Jasa dari Timur

Sebagai hub logistik utama kawasan Indonesia Timur, Kota Makassar membukukan PDRB tahun 2025 (data diperbarui BPS pada 10 Maret 2026) sebesar Rp261,375 triliun.

Angka ini menempatkan Makassar unggul di atas Palembang secara nilai nominal.

Struktur ekonomi Makassar sangat kental dengan karakter kota jasa dan perniagaan.

Sektor perdagangan besar menjadi kontributor terbesar yang menopang hampir seperlima roda ekonomi kota ini, disusul ketat oleh sektor konstruksi yang terus menggeliat.

Penyokong Utama Ekonomi Makassar:

Perdagangan Besar: 19,90 persen (tulang punggung utama)

Konstruksi: ~16 %

Industri Pengolahan

Palembang: Basis Industri Pengolahan Bumi Sriwijaya

Di sisi lain, Kota Palembang menyusul kokoh dengan raihan PDRB sebesar Rp226,466 triliun.

Meski secara nominal berada sedikit di bawah Makassar, Palembang menunjukkan konsentrasi ekonomi yang sangat kuat di satu sektor unggulan, yakni industri pengolahan.

Lebih dari sepertiga PDRB Kota Palembang disumbangkan oleh sektor manufaktur dan pengolahan hasil komoditas daerah.

Selain industri, aktivitas perdagangan besar dan pembangunan infrastruktur juga menjadi pilar pendukung yang tak kalah solid.

Penyokong Utama Ekonomi Palembang:

Industri Pengolahan: 32,11 % (penyumbang dominan)

Perdagangan Besar: 17,58 %

Konstruksi: 16,44 %

Persaingan antara Palembang dan Makassar mencerminkan keunggulan strategis geografis masing-masing.

Makassar memanfaatkan perannya sebagai simpul distribusi barang dan jasa untuk melayani wilayah timur Nusantara, sehingga sektor perdagangan dan konstruksi tumbuh masif.

Sementara itu, Palembang mengoptimalkan hilirisasi dan industri pengolahan atas kekayaan alam Sumatera Selatan, menjadikannya pusat manufaktur bernilai tambah tinggi.

Dengan selisih PDRB yang tidak terlalu jauh, duel capaian ekonomi kedua kota metropolitan ini dipastikan akan terus berlangsung sengit di tahun-tahun mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.