8 Jam Angkat Mobil Travel dari Sungai Batanghari, Pintu Dibuka, 1 Korban Meninggal di Kursi
asto s July 30, 2026 01:03 PM

Setelah mobil travel diangkat dari Sungai Batanghari, saat Tim BPBD dan Basarnas membuka pintu, seorang penumpang yang meninggal masih duduk di kursi penumpang.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebuah mobil travel rute Padang menuju Kota Jambi mengalami kecelakaan tunggal dan jatuh ke Sungai Batang Hari di Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari pada Senin (27/7/2026) sekira pukul 05.30 WIB. 

Diduga akibat sopir mengantuk, kendaraan meluncur ke sungai hingga tenggelam di kedalaman sekira 10 meter. Musibah ini mengakibatkan satu penumpang perempuan meninggal dunia karena terjebak di dalam mobil.

Sementara sopir dan satu penumpang laki-laki berhasil menyelamatkan diri setelah memecahkan kaca mobil.

Proses evakuasi kendaraan dan korban berlangsung dramatis selama kurang lebih delapan jam oleh tim gabungan BPBD Batang Hari, Basarnas, TNI, Polri, serta warga setempat.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari menerjunkan tujuh personel beserta mobil rescue dan tali pengaman untuk menunjang operasi penarikan bersama mobil derek dan peralatan selam Basarnas. 

Bagaimana proses evakuasi selama delapan jam itu berlangsung? 

Berikut petikan wawancara Jurnalis Tribun Jambi, Khusnul Khotimah, bersama Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Asriyal:

Terkait laka tunggal mobil travel, bagaimana kronologi dan kapan pertama kalinya BPBD mendapatkan informasi?

Sekban Asriyal: BPBD Kabupaten Batang Hari mendapat laporan dari masyarakat itu kira-kira pukul 06.00 WIB. 

Setelah mendapat laporan, kami langsung menerjunkan tim sekitar tujuh orang ke lokasi. 

Kejadian laka itu sendiri diperkirakan sekira pukul 05.30 WIB dengan jumlah penumpang tiga orang, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.

Jarak dari kantor atau keberadaan personel BPBD ke lokasi kejadian itu memakan waktu berapa lama, Pak?

Sekban Asriyal: Begitu mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak ke sana dan menempuh perjalanan sekitar satu jam hingga tiba di lokasi.

Saat personel tiba, apa yang pertama kali dilihat di sana, Pak? Apakah kondisi air sedang pasang dan apakah masyarakat memang sudah banyak yang membantu?

Sekban Asriyal: Iya, ketika tim kami sampai ke lokasi, situasi memang sudah ramai oleh masyarakat yang mengamati dan memantau posisi awal jatuhnya mobil agar titiknya tidak hilang. 

Sebelum melakukan tindakan penyelamatan mendalam, kami berkoordinasi dan menunggu kehadiran Basarnas, sembari terus dibantu oleh warga setempat. 

Prinsipnya, dari BPBD kami memberikan upaya pertolongan awal yang bisa dilakukan.

Bagaimana mobil bisa jatuh ke sungai, Pak?

Sekban Asriyal: Informasi sementara yang kami dapatkan, karena kejadiannya sekira pukul 05.30 WIB.

Kemungkinan besar pengemudi mengantuk sehingga terjadilah kecelakaan ini. 

Namun pastinya tentu pihak pengemudi yang lebih paham karena ini murni kecelakaan tunggal.

Apakah ada informasi berapa meter jarak dari jalan, bagaimana posisi mobil jatuh, dan berapa kedalaman airnya saat itu, Pak?

Sekban Asriyal: Kalau melihat dari lokasi dan laporan masyarakat, posisi jalan itu berada di bantaran sungai dan kedalaman air dari permukaan sungai saat kejadian diperkirakan mencapai kurang lebih 10 meter. 

Artinya kondisi air memang sedang dalam.

Sebelum petugas datang, apakah masyarakat sudah mencoba mengambil mobil dan menggunakan alat apa?

Sekban Asriyal: Di seputar lokasi kejadian memang ada aktivitas masyarakat di perairan sungai. 

Mereka sudah berusaha sekuat tenaga membantu mengevakuasi awal, namun karena mobil sudah tenggelam sepenuhnya, dibutuhkan peralatan khusus yang lebih berat untuk mengangkutnya.

Dari pihak BPBD sendiri, apa saja peralatan yang dikerahkan untuk evakuasi?

Sekban Asriyal: Kami menerjunkan tim beserta armada mobil rescue dan mengandalkan peralatan tali, boat yang digunakan untuk menunjang proses penyelamatan dan penarikan.

Pada saat proses evakuasi, apakah tim BPBD juga ikut terjun menyelam mencari mobil ataupun korban?

Sekban Asriyal: Tentu, pihak BPBD terjun langsung membantu tim Basarnas dan warga setempat yang sangat aktif membantu. 

Kita semua bekerja sama di lapangan untuk mempermudah pengangkatan mobil travel tersebut.

Berapa jam evakuasi berlangsung dari menemukan mobil hingga menemukan korban? Kabarnya ada dua orang selamat dan satu meninggal dunia, bisa diceritakan prosesnya?

Sekban Asriyal: Korban selamat berdasarkan informasi warga, begitu sadar mobilnya sudah berada di dalam air, mereka berusaha memecahkan kaca atau mendobrak jendela mobil hingga terbuka. 

Kemungkinan saat itu mobil masih dalam keadaan setengah tenggelam, jadi masih ada celah bagi mereka untuk keluar dan menyelamatkan diri ke permukaan.

Untuk posisi duduk para penumpang di dalam mobil seperti apa, Pak?

Sekban Asriyal: Informasi yang kami peroleh, penumpang laki-laki duduk di depan bersama sopir, sementara penumpang perempuan berada di baris tengah. 

Posisi kemudi sopir ada di sebelah kanan.

Kalau untuk posisi mobil saat jatuh bagaimana, Pak?

Sekban Asriyal: Laporan dari warga setempat menyebutkan bahwa mobil itu meluncur langsung ke arah sungai. 

Kalau misalnya ada ban pecah pasti ada tanda menggelinding, tetapi ini meluncur langsung yang menguatkan dugaan bahwa sopir dalam keadaan mengantuk.

Bagaimana tahap-tahap penarikan mobil dan evakuasi korban dari dalam air?

Sekban Asriyal: Proses evakuasi dilakukan menggunakan mobil derek dari Basarnas, serta tarikan tali dari warga. 

Setelah beberapa kali ditarik, posisi mobil berhasil ditemukan dan diangkat terlebih dahulu ke permukaan. 

Setelah mobil terangkat, tim di lapangan baru mengevakuasi korban perempuan yang masih terjebak di dalam mobil karena tidak sempat keluar saat kejadian.

Berapa lama total waktu proses evakuasi mobil hingga berhasil diangkat oleh petugas?

Sekban Asriyal: Proses evakuasi secara keseluruhan memakan waktu kurang lebih delapan jam.

Evakuasi tersebut melibatkan unsur mana saja, Pak?

Sekban Asriyal: Tim gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Batang Hari, Basarnas, TNI, Polri, serta bantuan penuh dari masyarakat dan warga di lokasi kejadian.

Apakah sempat menggali informasi dari korban selamat, dan bagaimana kondisi mereka saat itu?

Sekban Asriyal: Korban selamat masih dalam keadaan guncangan atau syok berat, sehingga kami dari tim tidak menggali terlalu banyak informasi demi menjaga kondisi psikologis mereka setelah mengalami musibah tersebut.

Kendala utama apa yang dirasakan petugas di lapangan selama proses evakuasi delapan jam tersebut, Pak?

Sekban Asriyal: Kendala utama adalah kondisi air sungai yang dalam serta posisi kendaraan yang tenggelam terlalu jauh dari permukaan. 

Hal itu membutuhkan effort dan usaha ekstra, serta keterpaduan peralatan teknis untuk mengangkat beban mobil dari dasar sungai.

Terkait penanganan kecelakaan di perairan, apa saja peralatan khusus yang dikerahkan Basarnas saat itu?

Sekban Asriyal: Basarnas mengerahkan peralatan selam lengkap beserta personel penyelam teknis.

Karena memang secara teknis operasional di bawah air merupakan domain utama mereka, yang kemudian disinergikan dengan mobil derek dan kekuatan penarikan tim gabungan.

Terakhir Pak, apa imbauan yang ingin disampaikan dari BPBD kepada masyarakat dan pengguna jalan?

Sekban Asriyal: Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengemudi angkutan umum maupun pribadi, untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. 

Apabila merasa mengantuk atau lelah, usahakan berhenti dan beristirahat sejenak. 

Jangan sekali-kali memaksakan berkendara dalam kondisi tidak fit karena dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Fakta di Balik Kembalinya Bayi G yang Dijual Ayah Kandung , Sempat Memanas di PPA Batang Hari

Baca juga: Ayah Bayi G di Jambi Belum Jadi Tersangka setelah Diduga Jual Bayinya Rp20 Juta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.