Usai Sempat Ditolak, Agam Rinjani Muncul Lagi di Gunung Rinjani, Netizen Senang: I'm Back!
Satrio Sarwo Trengginas July 30, 2026 01:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Abdul Haris Agam atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani kembali menjadi sorotan publik.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada pertengahan Juli 2026, Agam memperlihatkan suasana saat berkemah di sekitar kaki Gunung Rinjani.

Dalam video yang diunggahnya, tampak sebuah mobil yang dimodifikasi menyerupai tenda dengan latar megah Gunung Rinjani.

"Hari ini camping di sekitaran kaki Rinjani dan menikmati suasana Rinjani. Baic untuk Indonesia, Baic untuk Rinjani lebih baik!" tulis Agam dalam unggahannya.

Tak hanya itu, Agam juga mengunggah video saat menyusuri jalur menuju Pos 2 Gunung Rinjani.

Ia menyebut perjalanan tersebut sebagai pemanasan sebelum kembali melakukan pendakian hingga ke puncak.

"Pemanasan dulu ke Rinjani Pos 2, sebelum pendakian Gunung Rinjani! Salam lestari!" tulisnya.

Kedua unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet.

Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan kabar penolakan yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan.

Namun, tidak sedikit pula yang memberikan dukungan dan doa agar Agam selalu diberikan keselamatan selama berada di Gunung Rinjani.

"Bang Agam: I'm back," tulis akun @yudhabellatrix_.

"Semangat orang baik," tulis akun @hendro_yuyut86.

"Di sinilah tempatmu berada bang di Rinjani," tulis akun @indri_bys.

"Salam lestari," komentar akun @wiwit.juwita.

Sempat Jadi Polemik

Sebelumnya, rencana kedatangan Agam Rinjani bersama konten kreator Panji Petualang ke Gunung Rinjani sempat menuai penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani.

Keduanya diketahui berencana datang untuk mengenang satu tahun proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, mengatakan penolakan tersebut dipicu dugaan masih adanya persoalan yang belum terselesaikan terkait pengelolaan donasi evakuasi Juliana Marins.

SOSOK AGAM RINJANI - Nama Abdul Haris Agam atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani kembali menjadi perbincangan publik. Jika pada 2025 ia menuai pujian atas perannya dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, kini rencana kedatangannya ke Gunung Rinjani justru menuai penolakan dari sejumlah pelaku wisata dan tokoh adat setempat.
SOSOK AGAM RINJANI - Nama Abdul Haris Agam atau yang lebih dikenal sebagai Agam Rinjani kembali menjadi perbincangan publik. Jika pada 2025 ia menuai pujian atas perannya dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, kini rencana kedatangannya ke Gunung Rinjani justru menuai penolakan dari sejumlah pelaku wisata dan tokoh adat setempat. (Instagram Agam Rinjani)

Selain itu, muncul pula keberatan terkait penggunaan julukan "Pawang Rinjani" yang dinilai merupakan bagian dari tradisi masyarakat adat setempat.

Di tengah polemik tersebut, Panji Petualang kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan lama yang menjadi latar belakang penolakan tersebut dan mengakui kesalahan karena menggunakan istilah "Pawang Rinjani" dalam unggahannya di media sosial.

Sosok Agam Rinjani

Agam memiliki nama lengkap Abdul Haris Agam.

Ia lahir di Makassar pada 22 Desember 1988 dan menghabiskan masa kecilnya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Meski berasal dari keluarga sederhana dan sempat membantu orang tuanya memulung, Agam berhasil melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin dengan mengambil jurusan Antropologi.

Setelah aktif sebagai pendaki saat kuliah, Agam memilih menetap di Sembalun, Lombok Timur.

Di sana ia mengabdikan diri sebagai porter, pemandu pendakian, sekaligus relawan penyelamat di Gunung Rinjani.

Agam dikenal memiliki kemampuan vertical rescue dan disebut telah terlibat dalam sekitar 70 persen operasi evakuasi di Gunung Rinjani.

Namanya menjadi perhatian publik internasional setelah membantu proses pencarian dan evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh ke jurang sedalam lebih dari 600 meter di Gunung Rinjani pada Juni 2025.

Aksi penyelamatan tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat Indonesia maupun Brasil.

Bahkan, masyarakat Brasil sempat menggalang donasi sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan tim relawan yang terlibat dalam operasi tersebut.

Berita terkait

  • Baca juga: SOSOK Agam Rinjani: Pahlawan Evakuasi Juliana Marins yang Kini Ditolak Datang ke Gunung Rinjani
  • Baca juga: Agam Rinjani Senggol Peran Kemendikdasmen: Anak Korban Bencana Sudah Lama Tak Sekolah
  • Baca juga: Mengapa Agam Rinjani Ditolak Datang ke Gunung Rinjani? Panji Petualang Sampai Minta Maaf

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.