Negara mana yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia? Laporan tahunan US News dan data World Top 20 (WT20) punya daftarnya.
US News dan WT20 mengumpulkan data internasional tentang sistem pendidikan, tingkat melek huruf, dan indikator kinerja untuk menghasilkan peringkat negara komparatif.
Peringkat sistem pendidikan didasarkan pada berbagai faktor antara lain:
- Kualitas sistem pendidikan publik
- Akses ke pendidikan tinggi
- Pandangan global tentang bagaimana negara-negara memberikan pendidikan berkualitas tinggi
Ukuran-ukuran tersebut menggabungkan data objektif dengan tanggapan survei global untuk menilai kinerja sistem secara keseluruhan. Secara umum, perbedaan kualitas pendidikan setiap negara menggabungkan data objektif dengan tanggapan survei global untuk menilai kinerja sistem secara keseluruhan.
Lantas negara mana yang memiliki sistem pendidikan terburuk di dunia? Berikut daftarnya, dikutip dari World Population Review.
10 Negara dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia Versi US News
Berikut ini negara dengan skor terburuk dalam penilaian sistem pendidikan. Skor dalam skala 0-100.
1. Honduras
Skor: 0,6
2. Myanmar
Skor: 0,8
3. Kamboja
Skor: 1,0
4. El Salvador
Skor: 1,0
5. Lebanon
Skor: 1,1
6. Tunisia
Skor: 1,1
7. Kolombia
Skor: 1,1
8. Maroko
Skor: 1,3
9. Brasil
Skor: 1,4
10. Bangladesh
Skor: 1,5
10 Negara dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia Versi WT20
Berikut peringkat pendidikan terburuk dari data World Top 20 (WT20), organisasi nirlaba yang mengelola World Best Education Systems International Education Database.
1. Somalia
2. Sudan Selatan
3. Andorra
4. Republik Demokratik Kongo
5. Zambia
6. Suriah
7. Angola
8. Guinea-Bissau
9. Gabon
10. Haiti
Bagaimana dengan Indonesia?
Menurut laporan US News, Indonesia hanya memiliki skor 1,8 dari 100. Skor ini hanya berjarak sedikit dari top 10 sistem pendidikan terburuk di dunia.
Skor Indonesia masih kalah dari Singapura dengan 49,6; Malaysia dengan 8,4; Vietnam dengan 4,1; dan Filipina dengan 3,4.
Sementara menurut data WT20, Indonesia menempati peringkat ke-67 dari 203 negara.





