TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan kristen hari ini.
Pembacaan alkitab terdapat pada Yohanes 8:9.
Temanya Melihat Diri Sendiri Sebelum Menghakimi Sesama.
Khotbah:
Saudara, ayat ini menunjukkan sebuah perubahan yang luar biasa. Orang-orang yang datang dengan batu di tangan, kini pulang dengan tanpa suara.
Mereka yang tadinya begitu lantang menuduh orang lain, kini tidak mampu lagi mempertahankan tuduhan mereka.
Mengapa mereka pergi? Karena ketika berhadapan dengan Yesus, mereka tidak lagi melihat dosa perempuan itu, tetapi mulai melihat dosa mereka sendiri. Terang Kristus membuka hati nurani mereka. Inilah pelajaran penting bagi kita.
Pertobatan sejati selalu dimulai ketika kita berhenti sibuk melihat kesalahan orang lain, dan mulai berani melihat keadaan diri sendiri.
Saudara, dunia hari ini mendorong kita untuk menjadi hakim. Kita cepat mengomentari kehidupan orang lain, cepat menilai orang lain, cepat melihat pelayanan orang lain, cepat mengkritik keluarga orang lain.
Namun kita sering lupa memeriksa kehidupan kita sendiri. Yesus tidak mengejar orang-orang yang pergi itu. Ia membiarkan hati nurani mereka berbicara.
Sebab hati yang disentuh oleh firman Tuhan, jauh lebih kuat daripada hati yang dipaksa oleh manusia. Apa saja pelajaran yang dapat kita ambil?
Yang pertama, biarkan firman Tuhan terlebih dahulu mengkoreksi diri kita sebelum kita mengkoreksi orang lain. Orang yang mau dikoreksi oleh Tuhan akan menjadi pribadi yang rendah hati.
Kedua, jangan mengeraskan hati. Ketika firman menegur, orang-orang farisi memang pergi. Tetapi Incil tidak mencatat bahwa mereka datang kembali untuk bertobat.
Jangan sampai kita hanya merasa bersalah sesaat, tetapi tidak mengalami perubahan hidup. Teguran firman harus menghasilkan pertobatan. Ketiga, ketika semua orang pergi, Yesus tetap tinggal.
Inilah kabar baik Injil. Manusia mungkin meninggalkan kita ketika kita gagal. Teman bisa menjauh, masyarakat bisa mencelah.
Tetapi Yesus tetap tinggal untuk memberi pengampunan, pemulihan, dan pengharapan bagi orang-orang yang datang kepadanya.
Saudara-saudara, marilah kita pulang hari ini seperti orang-orang yang memiliki pengharapan menanggalkan kesombongan. Marilah kita pulang sebagai orang-orang yang telah disentuh oleh firman, diubahkan oleh kasih karunia, dan dibaharui oleh roh kudus.
Karena ketika hati kita diubahkan, Kristus akan ada bersama dengan kita, menolong kita, membaharui kehidupan kita, sehingga kehidupan kita memuliakan nama Tuhan. Mari berdoa. Bapak Surgawi, kami disegarkan kembali.
Engkau menghendaki kami supaya hidup dalam ketaatan dan kesetiaan. Melihat mereka yang gagal untuk ditolong dan diperhatikan. Maka biarlah kami mau melakukan itu.
Karena kami telah dikasihi dan ditolong oleh Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.