Mahasiswa KKNT GENTASKIN Edukasi Bahaya Bullying dan Pentingnya Kesehatan Mental di SDN Rutojawa
Nofri Fuka July 30, 2026 04:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) GENTASKIN Desa Nenowea menggelar edukasi bertajuk "Bahaya Bullying dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental" bagi siswa kelas IV, V, dan VI SDN Rutojawa, Rabu (29/7/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Nenowea, Kabupaten Ngada, ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang harus memberikan rasa aman dan bahagia bagi setiap anak. 

Karena itu, para siswa diajak memahami bahwa setiap ucapan maupun tindakan memiliki dampak terhadap orang lain sehingga perilaku bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan.

 

Baca juga: Mahasiswa KKN Gentaskin Latih Warga Watowara Flores Timur Buat Pakan Ayam Petelur dan Pupuk Bokasi

 

 

Pemateri memaparkan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari kekerasan fisik, ejekan, hinaan, pengucilan, hingga intimidasi verbal.

Seluruh bentuk perundungan tersebut dinilai dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental anak, seperti menurunnya rasa percaya diri, munculnya ketakutan, hingga mengganggu proses tumbuh kembang.

Edukasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, serta menceritakan situasi yang pernah mereka alami di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa persoalan bullying masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Dalam sesi tanya jawab, seorang siswa kelas VI bernama Jastin mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi teman yang sering mengucapkan kata-kata kasar.

Menanggapi hal tersebut, pemateri mengimbau siswa agar tidak membalas dengan perlakuan serupa, melainkan mengendalikan emosi, menegur teman dengan cara yang baik, serta melaporkan kepada guru atau orang tua apabila tindakan tersebut terus berulang. 

Keberanian untuk berbicara dan mencari pertolongan dinilai menjadi langkah penting dalam menghentikan perundungan.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, mahasiswa juga mengajak para siswa untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan dan membangun kebiasaan saling mendukung. Lingkungan sekolah yang sehat, menurut mereka, hanya dapat terwujud apabila setiap anak merasa diterima, dihargai dan terlindungi.

Mahasiswa KKNT GENTASKIN Desa Nenowea berharap kegiatan edukasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih ramah anak dan bebas dari kekerasan. 

Mereka meyakini bahwa generasi unggul tidak hanya dibentuk melalui kecerdasan intelektual, tetapi juga melalui karakter yang berlandaskan empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.

"Anak yang tumbuh tanpa rasa takut akan lebih berani bermimpi. Sekolah yang bebas dari bullying adalah tempat terbaik untuk menumbuhkan masa depan yang penuh harapan," demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.