TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Harga emas di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengalami kenaikan sebesar Rp10 ribu pada Kamis (30/7/2026).
Meski harga terus merangkak naik, aktivitas masyarakat di toko emas justru didominasi oleh penjualan perhiasan.
Pantauan TribunBatam.id di Toko Victoria Emas yang berada di Jalan Pasar Tarempa, Kecamatan Siantan, harga emas 23 karat kini berada di kisaran Rp2,250 juta hingga Rp2,5 juta, tergantung model dan berat perhiasan.
Sementara itu, emas 22 karat dijual dengan harga yang lebih rendah, yakni berkisar antara Rp1,850 juta hingga Rp2 juta per item, juga disesuaikan dengan ukuran serta desain perhiasan.
Di Toko Victoria Emas tersedia berbagai jenis perhiasan emas, mulai dari cincin, gelang, kalung, liontin, anting, hingga gelang tangan dengan beragam model dan ukuran.
Perhiasan tersebut tersedia dalam pilihan emas 22 karat dan 23 karat yang menjadi favorit masyarakat.
Selain model yang beragam, pelanggan juga dapat memilih perhiasan dengan desain sederhana hingga motif yang lebih modern sesuai kebutuhan, baik untuk dipakai sehari-hari maupun sebagai investasi.
Pemilik Toko Victoria Emas, Cece Li, mengatakan kenaikan harga emas kali ini mencapai sekitar Rp10 ribu dibandingkan harga sebelumnya.
"Memang hari ini ada kenaikan sekitar Rp10 ribu. Harga emas mengikuti perkembangan harga dari pusat," kata Cece Li saat ditemui TribunBatam.id.
Ia menjelaskan, meski harga emas sedang naik, dalam satu bulan terakhir jumlah masyarakat yang datang untuk menjual emas lebih banyak dibandingkan yang membeli.
"Selama sebulan terakhir yang datang lebih banyak menjual emas daripada membeli. Pembeli tetap ada, tapi tidak sebanyak yang menjual," ujar Cece Li.
Menurut Cece Li, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi masyarakat.
Terutama untuk memenuhi biaya anak-anak yang mulai masuk sekolah pada tahun ajaran baru.
"Banyak yang menjual emas karena membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak, seperti membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan lainnya," jelasnya.
Selain kebutuhan pendidikan, keterlambatan pencairan tunjangan maupun gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dinilai ikut memengaruhi kondisi tersebut.
"Sebagian pelanggan juga mengaku masih menunggu gaji dan tunjangan ke-13 cair. Karena belum diterima, mereka memilih menjual emas terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan," ungkap Cece Li.
Meski demikian, ia menilai minat masyarakat terhadap emas sebagai investasi masih cukup baik.
Banyak pelanggan yang berencana membeli kembali setelah kondisi keuangan mereka membaik.
Cece Li berharap pencairan gaji dan tunjangan ASN segera terealisasi sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat dan aktivitas jual beli emas di Anambas dapat kembali seimbang.
Kenaikan harga emas yang dibarengi meningkatnya penjualan perhiasan menjadi gambaran kondisi ekonomi masyarakat Anambas saat ini.
Di tengah harga emas yang terus menguat, banyak warga memilih melepas asetnya untuk memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)