Sumber Air Utama PAM di Toboali Kering
Ajie Gusti Prabowo July 30, 2026 04:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Musim kemarau mulai mempengaruhi sumber air baku di Kabupaten Bangka Selatan. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Rindik dilaporkan mengalami penurunan debit air hingga mulai mengering. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah Toboali masih tetap terkendali berkat sistem interkoneksi antara sumber air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengatakan, gangguan distribusi air yang berpotensi terjadi saat ini disebabkan oleh penurunan debit air baku akibat musim kemarau. Kondisi tersebut baru terdeteksi di SPAM Rindik setelah tim UPT PAM melakukan peninjauan langsung ke lokasi. 

Petugas bahkan telah menambah kedalaman pipa isap hingga batas maksimal untuk mempertahankan pasokan air. "Sumber air SPAM Rindik sudah mulai kering, kami dari UPT PAM sudah menambah kedalaman pipa isap hingga batas maksimal untuk pelanggan PAM, harap memaklumi keadaan alam dan cuaca," kata Elfan Rulyadi, Rabu (29/7).

Menurut Elfan Rulyadi, pihaknya masih menghitung estimasi ketersediaan air di SPAM Rindik untuk mengetahui sampai kapan sumber tersebut mampu memasok kebutuhan pelanggan. Laporan mengenai kondisi tersebut baru diterimanya setelah tim lapangan melakukan pengecekan pada sore hari sebelumnya. 

Sementara itu, dua sumber air lainnya di Toboali hingga kini belum dilaporkan mengalami kondisi serupa. "Saat ini kami akan tetap operasional terus, sampai airnya habis istilahnya," jelas Elfan Rulyadi.

Elfan Rulyadi menjelaskan, layanan air bersih di Kota Toboali saat ini ditopang oleh tiga SPAM utama, yakni SPAM Rindik, SPAM Bahar, dan SPAM Parit 9, dengan jumlah pelanggan aktif sekitar 3.800 sambungan. Dari ketiga sistem tersebut, SPAM Rindik menjadi penyumbang pasokan terbesar, disusul SPAM Bahar dan SPAM Parit 9. 

Meski demikian, seluruh SPAM telah terhubung dalam satu jaringan sehingga mampu saling menopang apabila salah satu sumber mengalami penurunan kapasitas. "Jadi sebenarnya tiga SPAM itu sudah mendukung dan terintegrasi semuanya. Walaupun satu SPAM sudah kering, pendistribusian air tidak akan terganggu karena saat ini sudah interkoneksi semuanya," jelasnya.

Pihaknya memastikan hingga saat ini, pasokan air bersih bagi masyarakat masih berada dalam kondisi yang mencukupi meski debit air di satu sumber air baku mulai menyusut. "Sampai saat ini kondisi pasokan masih terkendali dan belum memerlukan kebijakan darurat," pungkas Elfan Rulyadi. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.