Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkulu Selatan dipastikan masih beroperasi hingga Kamis (30/7/2026), di tengah penghentian operasional permanen 833 dapur MBG di berbagai daerah oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Pasar Baru 2, Rico Saputra, mengatakan seluruh dapur MBG yang beroperasi di Bengkulu Selatan masih berjalan normal dan tetap menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
“Alhamdulillah seluruh dapur yang beroperasi di Bengkulu Selatan sampai saat ini masih berjalan seperti biasanya,” ujar Rico saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (30/7/2026).
Total 11 SPPG Beroperasi
Menurut Rico, saat ini terdapat 11 dapur SPPG yang aktif beroperasi di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Empat dapur berada di Kecamatan Kota Manna, yakni SPPG Pasar Baru, Pasar Baru 2, Ibul, dan Gunung Ayu.
Kemudian, dua dapur berada di Kecamatan Pasar Manna, yakni SPPG Padang Sialang dan Ketaping yang berada di Desa Dua Ayu.
Selanjutnya, masing-masing satu dapur berada di Kecamatan Manna, yakni Kayu Kunyit, kemudian Kecamatan Pino, Kecamatan Pino Raya, Kecamatan Seginim, dan Kecamatan Kedurang.
Salah satu dapur yang masih beroperasi adalah SPPG Pasar Baru 2 yang melayani sebanyak 2.950 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pantauan TribunBengkulu.com, hingga Kamis (30/7/2026), SPPG Pasar Baru 2 masih terus menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Adapun menu MBG yang disiapkan pada hari itu terdiri dari nasi putih, telur sambal, tempe goreng, tumis buncis dan wortel, serta buah semangka.
Jumlah penerima manfaat juga dapat berubah setiap hari sesuai dengan data yang disampaikan pihak sekolah maupun kelompok sasaran lainnya.
“Dari kapasitas maksimal 3.000 penerima manfaat, saat ini sudah hampir terpenuhi. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada di masing-masing sekolah,” kata Rico.
Penerima Manfaat dan Pelaksanaan MBG
Ia menjelaskan, SPPG Pasar Baru 2 yang beralamat di Jalan Letnan Tukiran Nomor 12, Kecamatan Kota Manna, melayani penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok rentan.
Penerima manfaat tersebut terdiri dari 890 siswa SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan, 300 siswa SMP Negeri 9 Bengkulu Selatan, 310 siswa SMP Negeri 4 Bengkulu Selatan, 178 siswa MTsS Al-Quraniyah, 213 siswa SD Negeri 16 Bengkulu Selatan, 155 siswa TK Negeri 1 Bengkulu Selatan, 169 siswa TKIT Qurrata Ayun, serta 32 anak PAUD Kenanga.
Selain itu, program MBG juga menyasar 42 ibu hamil, 99 ibu menyusui, dan 559 balita.
Dengan demikian, total penerima manfaat yang dilayani SPPG Pasar Baru 2 saat ini mencapai 2.950 orang.
Rico menambahkan, saat ini Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu Selatan hanya dilaksanakan selama lima hari kerja, yakni Senin hingga Jumat.
Sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar pada hari Sabtu tidak lagi menerima distribusi MBG.
Selain itu, sekolah yang melaporkan libur atau tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar juga tidak mendapatkan distribusi makanan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Kami menyalurkan MBG sesuai dengan permintaan dari pihak sekolah. Sekarang sudah tidak ada lagi sistem pergantian jadwal makan seperti sebelumnya,” pungkas Rico.
Penghentian Operasional 833 Dapur MBG
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumumkan penghentian operasional permanen terhadap 833 dapur MBG di berbagai daerah pada Senin (27/7/2026).
Menurut Sudaryono, dapur MBG yang dihentikan operasional tersebar di sejumlah wilayah, yakni 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Kalimantan hingga Papua.
Ia menjelaskan, penghentian operasional dilakukan karena adanya pelanggaran tata kelola.
Mayoritas dapur ditutup akibat persoalan higienitas, sanitasi, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"Kami telah menemukan adanya 833 dapur yang kami suspend per hari ini," ucap Sudaryono, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026) lalu, dikutip dari Kompas.com.
Sudaryono juga menegaskan bahwa dapur yang dihentikan operasional secara permanen tidak lagi menerima kompensasi maupun pembayaran insentif dari BGN.
BGN juga menyatakan akan memperkuat transparansi pelaksanaan Program MBG serta memberikan sanksi terhadap dapur yang melanggar standar yang telah ditetapkan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini