Lampung Jadi Lokasi JAPFA for Kids, 159 Siswa Terindikasi Malgizi Dapat Pendampingan Intensif
Endra Zulkarnain July 30, 2026 05:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menghadirkan program JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan.

Ini wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, orangtua, dan media.

Program yang menjadi bagian dari rangkaian Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 tersebut menjangkau 15 sekolah dasar, 2.051 siswa, dan 165 guru. 

Berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 2.040 siswa berhasil diperiksa. Dari jumlah tersebut, sekitar 159 siswa teridentifikasi mengalami malgizi.

Terdiri atas kategori gizi kurang dan gizi buruk yang selanjutnya akan mendapatkan pendampingan selama enam bulan.

Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti membeberkan, persoalan malgizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi tantangan yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

"JAPFA for Kids hadir bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan gizi sendirian. Kami ingin mengisi ruang-ruang yang belum terjangkau, khususnya pada anak usia sekolah dasar," kata dia dalam Media Gathering AKJJ 2026 di Hotel Aston Bandar Lampung, Kamis (30/7/2026).

"Jika masalah gizi kurang ditangani sejak dini, dampaknya akan berlanjut hingga mereka dewasa dan bahkan memengaruhi kualitas generasi berikutnya," lanjut Retno. 

Retno menjelaskan, program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga membangun perubahan perilaku melalui pendekatan yang terintegrasi.

Selama enam bulan, siswa penerima manfaat akan memperoleh protein hewani berupa telur setiap hari.

Disertai pemantauan rutin berat badan dan tinggi badan, edukasi gizi seimbang, pelatihan guru, pendampingan orangtua, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat melalui Hari Sehat JAPFA.

"Kami percaya peningkatan gizi tidak cukup hanya dengan memberikan telur. Orangtua, guru, sekolah, puskesmas, dan pemerintah harus berjalan bersama," katanya.

"Karena itu pendekatan kami adalah sharing contribution, semua pihak berkolaborasi agar dampaknya benar-benar berkelanjutan," terus dia.

SHARING SESSION - JAPFA124
JAPFA FOR KIDS - JAPFA menghadirkan program JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan.

Social Investment Supervisor JAPFA ST Khumaidah menambahkan, berbeda dengan program bantuan pangan pada umumnya, JAPFA memastikan seluruh intervensi dipantau secara ketat. 

Berat badan dan tinggi badan siswa diukur secara berkala menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), sementara distribusi bantuan dipastikan benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat.

"Ketika kami memberikan bantuan, kami ingin memastikan telur itu benar-benar dimakan oleh anak yang membutuhkan. Untuk itu kami melakukan monitoring secara rutin agar hasilnya dapat diukur," ujar dia.

Selain intervensi gizi, setiap sekolah juga melaksanakan Hari Sehat JAPFA setiap pekan.

Kegiatan tersebut meliputi senam empat pilar gizi seimbang, cuci tangan pakai sabun, pemeriksaan kebersihan kuku, edukasi kesehatan, hingga makan bekal bersama untuk membiasakan pola makan sehat sejak dini.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program justru datang dari rendahnya pemahaman masyarakat mengenai status gizi anak.

"Masih banyak orangtua yang menganggap anaknya sehat karena aktif bermain, padahal berdasarkan pengukuran antropometri status gizinya masuk kategori kurang. Karena itu edukasi kepada orangtua menjadi bagian penting dari program ini," jelasnya.

Head of Unit RPA Lampung JAPFA Muzammil mengatakan, Provinsi Lampung memiliki sejarah panjang dalam pelaksanaan JAPFA for Kids.

"Sejak pertama kali dijalankan pada tahun 2008, Lampung menjadi salah satu wilayah implementasi JAPFA for Kids. Komitmen tersebut terus kami lanjutkan hingga kembali hadir tahun ini dengan jangkauan yang lebih luas," terang Muzammil.

"Kami berharap semakin banyak anak memperoleh manfaat sekaligus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas," paparnya.

Hadir Sejak 2008

Program JAPFA for Kids pertama kali hadir di Lampung pada 2008 di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur. 

Hingga pelaksanaan tahun 2026, program tersebut telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung.

Secara nasional, sejak dimulai pada 2008 JAPFA for Kids telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi.

Data JAPFA menunjukkan program ini memberikan dampak positif terhadap perbaikan status gizi.

"Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa atau 51,5 persen berhasil meningkat menjadi kategori gizi baik. Sementara pada 2025, angka keberhasilan meningkat menjadi 646 dari 1.034 siswa atau 62,5 persen," beber Muzammil.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 11 persen anak usia 5–12 tahun di Indonesia masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator IMT/U.

Kondisi tersebut menunjukkan persoalan malagizi masih memerlukan upaya yang konsisten dan kolaboratif dari berbagai pihak. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.