Rekam Jejak Syerly Lurah Paya Pasir Viral Nyelutuk 'Ciye Curhat Dia Bah', Kini Dipanggil Inspektorat
Fitriadi July 30, 2026 06:22 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Sosok Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Syerly, viral setelah nyeletuk "Ciyee curhat dia bahh".

Momen tersebut terjadi saat Syerly mendampingi  Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau kawasan Jalan Paya Pasir, sekitar kawasan wisata Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (28/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, seorang warga menyampaikan persoalan keamanan dan minimnya fasilitas umum di lingkungan tempat tinggalnya.

Warga itu mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas serta minimnya lampu penerangan jalan umum atau PJU yang membuat kawasan tersebut gelap pada malam hari.

Ia bahkan mengaku memasang empat titik lampu penerangan dengan menggunakan uang pribadi karena fasilitas penerangan di wilayah tersebut dinilai belum memadai.

Namun, saat warga menyampaikan keluhan tersebut kepada Wali Kota Medan, Syerly yang turut mendampingi kunjungan melontarkan celetukan.

Baca juga: Biodata Tissa Biani, Hampir 6 Tahun Pacaran Belum Dilamar Kekasih, Dul Jaelani Ungkap Alasan

"Ciyee curhat dia bahh," ucap Syerly.

Biodata Syerly

Syerly S.Pd., M.AP adalah Lurah Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatra Utara.

Ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan Magister Administrasi Publik (M.AP.).

Sebelum menjabat sebagai Lurah Paya Pasir, Syerly diketahui pernah menduduki posisi sebagai Lurah Terjun.

Sebagai lurah, Syerly merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jabatan lurah di Indonesia umumnya diisi oleh PNS dengan golongan ruang III/b hingga III/d (Penata Muda Tingkat I hingga Penata Tingkat I), sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural.

Saat ini, Syerly membawahi sembilan kepala lingkungan yang berada di Kelurahan Paya Pasir.

Terkait tanggal lahir dan usia Syerly, belum ada informasi valid.

Kronologi Syerly Nyeletuk

Syerly menjadi sorotan setelah melontarkan celetukan saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Peristiwa itu terjadi saat Rico Waas meninjau kawasan Jalan Paya Pasir, sekitar kawasan wisata Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (28/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, seorang warga menyampaikan persoalan keamanan dan minimnya fasilitas umum di lingkungan tempat tinggalnya.

Warga itu mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas serta minimnya lampu penerangan jalan umum atau PJU yang membuat kawasan tersebut gelap pada malam hari.

Ia bahkan mengaku memasang empat titik lampu penerangan dengan menggunakan uang pribadi karena fasilitas penerangan di wilayah tersebut dinilai belum memadai.

Namun, saat warga menyampaikan keluhan tersebut kepada Wali Kota Medan, Syerly yang turut mendampingi kunjungan melontarkan celetukan.

"Ciyee curhat dia bahh," ucap Syerly.

Baca juga: Biodata Ustaz Syam, Dihujat Imbas Ceramah soal Saweran DJ di Nikahan Nathalie Holscher

Ucapan tersebut terekam kamera dan kemudian tersebar di media sosial.

Respons Syerly menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap warga yang sedang menyampaikan persoalan keamanan di lingkungannya.

Kunjungan Rico Waas ke kawasan Paya Pasir dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan keamanan lingkungan.

Minimnya penerangan jalan disebut membuat kawasan tersebut rawan, terutama pada malam hari. Warga mengaku harus memasang lampu secara swadaya untuk membantu menerangi lingkungan.

Keluhan itu disampaikan secara langsung di hadapan wali kota dengan harapan pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan penerangan dan keamanan.

Namun, celetukan yang disampaikan Syerly di tengah penyampaian aspirasi tersebut justru menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian publik.

Video interaksi antara warga, wali kota, dan lurah itu beredar di berbagai platform media sosial serta memicu beragam tanggapan.

Publik kemudian menyoroti sikap Syerly sebagai pejabat kelurahan yang seharusnya menjadi penghubung antara warga dan pemerintah daerah.

Sorotan terhadap Syerly bukan pertama kali terjadi. Pada Desember 2025, sejumlah warga Kelurahan Paya Pasir pernah menggelar aksi di Kantor Camat Medan Marelan, Jalan Kapten Rahmad Buddin.

Aksi yang berlangsung pada Selasa (9/12/2025) tersebut diikuti puluhan warga, termasuk sejumlah ibu rumah tangga. Mereka meminta Wali Kota Medan mengganti Syerly dari jabatannya sebagai Lurah Paya Pasir.

Saat itu, warga menilai Syerly kurang peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

Warga juga menuding lurah tidak hadir saat banjir melanda sejumlah kawasan di Paya Pasir.

Selain itu, terdapat tudingan bahwa Syerly sempat mengancam tidak akan lagi memberikan bantuan kepada warga di salah satu lingkungan.

"Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah enggak hadir, bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah ia marah sembari mengancam tak akan ada lagi berikan bantuan ke warga lingkungan kami."

"Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja," kata Syahdan, warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir saat melakukan aksi.

Syerly Diperiksa dan Beri Klarifikasi

Lurah Paya Pasir, Syerly, diperiksa Inspektorat Kota Medan setelah video dirinya mengucapkan "Cie curhat dia bah" kepada seorang warga yang menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan viral di media sosial.

Syerly mengaku ucapan tersebut terlontar secara spontan karena merasa telah akrab dengan warga yang bersangkutan.

Peristiwa itu terjadi saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau Jalan Paya Pasir, kawasan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan.

Saat itu, seorang warga mengeluhkan minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang dinilai membuat lingkungan rawan tindak kriminal. Warga juga mengaku memasang empat titik lampu secara swadaya menggunakan biaya pribadi.

Di tengah penyampaian keluhan tersebut, Syerly melontarkan ucapan, "Cie curhat dia bah." Rekaman video itu kemudian viral dan memicu kritik dari masyarakat.

Kepala Inspektorat Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

Dalam klarifikasinya, Syerly menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menjelaskan ucapan tersebut muncul secara spontan karena merasa memiliki hubungan yang dekat dengan warga bernama Ulfa.

"Hal tersebut terjadi secara spontan. Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa," ujar Syerly.

Ulfa juga membenarkan dirinya telah lama mengenal Syerly sehingga candaan tersebut menurutnya sudah biasa terjadi.

Meski demikian, Inspektorat menyatakan Syerly terindikasi melanggar Peraturan Wali Kota Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik ASN.

Inspektorat merekomendasikan pembinaan disiplin karena ucapan tersebut dinilai berdampak terhadap citra aparatur sipil negara dan pelayanan publik.

Sebelumnya, Syerly juga pernah menjadi sorotan dalam aksi unjuk rasa warga pada 2025. Saat itu, sejumlah warga menuding dirinya kurang peduli terhadap korban banjir dan meminta agar dicopot dari jabatannya. Klaim tersebut masih sebatas tudingan warga dan belum mendapat tanggapan dari Syerly.

(Posbelitung.co/TribunWow.com/TribunJatim.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.