Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah agar kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya tidak terulang lagi.
Selain membangun kembali kawasan kampung adat yang ludes terbakar, Pempov Jabar juga akan menyoroti soal aspek keselamatan, terutama sistem instalasi listrik di kampung-kampung adat.
Langkah tersebut diambil setelah dugaan penyebab kebakaran yang menghanguskan lebih dari seratus bangunan di Kampung Adat Ciptamulya diakibatkan oleh korsleting listrik.
Kondisi itu menjadi perhatian, karena saat ini sebagian besar kampung adat di Jawa Barat sudah memanfaatkan jaringan listrik, meski rumah-rumahnya masih didominasi material kayu, bambu, dan ijuk yang mudah terbakar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan proses rehabilitasi Kampung Adat Ciptamulya tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah dan fasilitas adat, tetapi juga memastikan jaringan listrik dibangun sesuai standar keselamatan.
"Iya itu memang ini kan kalau informasi yang kami dapat ya baik di medsos maupun tadi ngobrol langsung lah dengan Abah Hendrik. Dugaan menguat itu kan karena korsleting listrik ya," kata Ade, Rabu (29/7).
Menurut dia, masyarakat adat selama ini sebenarnya telah memiliki kearifan lokal dalam mencegah kebakaran meski masih menggunakan tungku atau kayu bakar untuk memasak. Namun, hadirnya instalasi listrik menghadirkan potensi risiko baru yang harus diantisipasi.
"Kalau berbicara bangunan walaupun itu dari kayu, bambu, kemudian ijuk tentu di dalam penggunaan rumah-rumah khas Sunda atau rumah adat terkait dengan antisipasi kebakaran itu selalu ada, walaupun mereka menggunakan hawu atau menggunakan kayu bakar," ujarnya.
"Tapi dengan kejadian sekarang ini kan justru penggunaan instalasi listrik yang kami dapatkan bahwa kebakaran itu karena korsleting. Berarti kan nanti pada saat merehabilitasi kampung ya membangun lagi rumah atau imah dengan fasilitas lainnya otomatis kami juga harus memikirkan membangun jaringan listriknya," lanjutnya.
Ade menegaskan, evaluasi tersebut juga akan diterapkan di kampung-kampung adat lainnya di Jawa Barat. Pembangunan maupun perbaikan jaringan listrik nantinya diharapkan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kelistrikan agar risiko korsleting dapat diminimalkan.
"Jadi untuk kampung adat yang lainnya juga karena umumnya sekarang sudah menggunakan listrik, bahaya kebakaran terjadi karena korsleting. Artinya pada saat memasang jaringan itu juga harus apa bersama dengan pihak yang apa kompeten di dalam urusan membangun jaringan," katanya.
DPMD Jabar pun berencana mendorong masyarakat untuk menggandeng pihak yang berwenang, termasuk PLN, saat proses pembangunan kembali berlangsung.
"Mungkin juga yang menjadi saran kami nanti pada saat bantuan diberikan, mereka membangun, tentu mereka juga nanti mengajak khususnya dari PLN ya untuk pemasangan jaringan termasuk nanti penerangan umum di sekitar Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya," ucap Ade.
Selain pembenahan instalasi listrik, Pemprov Jabar juga membuka peluang memperkuat kapasitas penanganan kebakaran di tingkat komunitas. Salah satu opsi yang akan dibahas bersama instansi terkait ialah penyediaan sarana pemadaman awal di kawasan kampung adat.
"Mungkin kalau terkait dengan penanggulangan tercepat kalau terjadi kebakaran nantilah dengan BPBD. Biasanya BPBD suka ada program ya untuk penanganan kebakaran atau dengan Damkar ya kan setiap kabupaten kota ada. Itu bisa saja diprogramkan minimal untuk pemadam kebakaran tingkat komunitas," pungkasnya.





