Liputan6.com, Jakarta - Fokus asupan gizi memang penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Di sisi lain, kualitas tidur juga berperan penting untuk anak-anak dalam aktivitas dan kecakapannya sehari-hari.
Dokter spesialis anak Jessica Sugiharto menjelaskan bahwa tidur berkualitas, terutama fase deep sleep, berkaitan dengan kualitas hidup anak secara menyeluruh.
“Kalau deep sleep itu otomatis yang pertama adalah kualitas tidur anak bagus, kualitas hidupnya juga akan meningkat,” kata Jessica dalam acara bersama Siloam TB Simatupang Jakarta.
Menurut Jessica, manfaat tersebut dapat terlihat dari aktivitas anak sehari-hari. Anak yang terbiasa tidur malam atau begadang cenderung mengantuk saat berada di sekolah sehingga sulit menerima pelajaran dengan optimal. “Kalau anak begadang, pagi sekolah ngantuk. Dia menerima ilmu, ngantuk,” tutur Jessica.
Sementara itu, anak yang tidur cukup akan lebih segar dan mampu mengikuti pembelajaran dengan lebih baik. “Kalau dia tidur berkualitas akan menciptakan besoknya lebih berkualitas hidupnya,”
Dengan kondisi tubuh yang lebih bugar, anak juga lebih siap mengikuti kegiatan di sekolah maupun aktivitas lainnya sepanjang hari.
Jessica mengingatkan bahwa kebiasaan tidur larut malam sebaiknya tidak dianggap sepele. Rasa kantuk saat belajar dapat membuat anak sulit berkonsentrasi sehingga proses menerima informasi menjadi kurang optimal.
Maka dari itu, orangtua perlu membantu membangun kebiasaan tidur yang baik sejak dini. Tidur yang cukup bukan hanya membuat anak merasa segar saat bangun, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup serta kesiapannya menjalani aktivitas sehari-hari.
Tidur merupakan waktu yang sangat aktif, mengingat adanya proses-proses tertentu di dalam tubuh hanya terjadi saat kita tidur, seperti penyimpanan energi, pemulihan, dan pengaturan otak.
Tidur adalah waktu untuk pemulihan serta saat tubuh anak mengisi kembali energinya dan menyimpan informasi yang telah mereka peroleh sepanjang hari.
Selama fase tidur deep sleep, energi tubuh dipulihkan, proses pertumbuhan dan perbaikan terjadi, serta hormon-hormon penting untuk perkembangan otak dilepaskan.
Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, berdampak negatif pada suasana hati dan perilaku, serta menghambat prestasi anak di sekolah. Tidur yang berkualitas merupakan komponen vital dan penting dalam gaya hidup sehat seperti mengutip laman Texas Children's.
Pada bayi, tidur memiliki dampak penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan, serta memastikan anak berkembang sebagaimana mestinya. Penting juga untuk memastikan bayi berada dalam posisi tidur yang aman setiap kali mereka tidur.
Di samping itu, pola dan kebiasaan tidur berubah seiring pertumbuhan dari masa bayi hingga dewasa. Anak-anak membutuhkan waktu tidur lebih banyak saat masih kecil. Beberapa anak mungkin tidur rata-rata 1 sampai 2 jam lebih lama atau lebih singkat, menyesuaikan kebutuhan genetik dan fisiologis mereka.