Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis mulai mempersiapkan kerja sama dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ciamis.
Langkah tersebut diawali dengan penyaluran bantuan logistik makanan kepada puluhan ODGJ yang menjalani rehabilitasi di Yayasan Al-Mubaroq, Dusun Tegalsari, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian dari Program BAZNAS Peduli sekaligus bentuk komitmen untuk menghadirkan dukungan berkelanjutan bagi kelompok masyarakat rentan.
Menurut Lili, BAZNAS Ciamis berencana menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan pengelola yayasan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.
"Saat ini kami baru memberikan bantuan natura berupa makanan. Ke depan, BAZNAS berencana menjalin MoU dengan yayasan terkait. Bantuan nantinya tidak hanya berupa barang, tetapi bisa juga dukungan finansial untuk memenuhi kebutuhan operasional harian maupun bulanan," ujar Lili saat ditemui di Kantor BAZNAS Ciamis, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Baznas Kabupaten Tegal Pelajari Strategi Pembentukan UPZ Desa di Ciamis
Ia juga mengajak para agniya dan muzakki menyalurkan kepedulian melalui program zakat terikat (zakat muqayyadah) di BAZNAS Ciamis.
Menurutnya, setiap bantuan yang dikhususkan bagi ODGJ akan dikelola secara transparan dan dilaporkan secara akuntabel melalui sistem digital.
"Penanganan ODGJ adalah tanggung jawab sosial dan ladang ibadah kita bersama. Mereka berada dalam kondisi ini bukan karena keinginan sendiri, melainkan ujian yang mengetuk kepedulian kita," katanya.
Selain itu, Lili mengungkapkan hingga Juli 2026 penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Ciamis telah mencapai Rp21 miliar dari target sekitar Rp30,4 miliar.
Dana tersebut diprioritaskan untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, hingga membantu masyarakat yang belum tersentuh program bantuan pemerintah seperti PKH maupun BLT.
Untuk desa dengan penghimpunan infak di bawah Rp10 juta per bulan, dana difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan, pemberdayaan UMKM, serta program beasiswa pendidikan.
"Tahun ini BAZNAS menargetkan memberikan beasiswa kepada dua siswa di masing-masing dari 14 desa berprestasi atau sebanyak 28 penerima," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Mubaroq, Iyon Zain Tri Mulyono mengatakan pihaknya saat ini merawat sekitar 50 pasien ODGJ.
Ia mengapresiasi bantuan yang diberikan BAZNAS Ciamis karena sangat membantu kebutuhan operasional yayasan.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS Ciamis. Bantuan makanan ini sangat berarti bagi kami. Selama ini operasional yayasan memang banyak dibantu para dermawan, termasuk bantuan rutin beras dari anggota DPRD Ciamis, H. Ramli Mahmud," ungkapnya.
Iyon juga berharap pemerintah pusat dapat memasukkan pasien ODGJ yang menjalani rehabilitasi di panti ke dalam daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kelompok B3.
"ODGJ juga warga negara yang memiliki hak yang sama, terlebih mereka sedang menjalani perawatan intensif. Kami berharap mereka dapat memperoleh Program Makan Bergizi Gratis secara rutin dari pemerintah," pungkasnya.(*)