TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sejumlah pelanggan PLN di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terdampak pemadaman listrik berkepanjangan atau blackout mengaku masih menunggu realisasi kompensasi yang sebelumnya disampaikan pihak PLN.
Pemadaman listrik total sejak Senin (20/7/2026) sekira pukul 17.00 WIB dirasakan hampir di seluruh wilayah Pulau Karimun.
Bahkan, ada pelanggan yang mengalami pemadaman hingga 24 jam, 48 jam, bahkan mencapai 72 jam.
Salah seorang warga Kecamatan Tebing, Tasya, mengatakan dirinya mengalami pemadaman listrik selama kurang lebih 48 jam.
Ia berharap kompensasi yang dijanjikan PLN benar-benar direalisasikan.
"Kalau kami berharap kompensasi yang disebut-sebut itu benar-benar berjalan sesuai harapan. Harus ada perbedaan antara pelanggan yang mati lampunya lama dengan yang tidak, jangan dipukul rata," kata Tasya.
Baca juga: PLN Karimun Verifikasi Data Warga Penerima Kompensasi Imbas Pemadaman Listrik Total 4 Hari
Menurutnya, kompensasi berupa penambahan kWh atau pengurangan tagihan listrik dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat.
Ia menjelaskan, selama listrik padam banyak bahan makanan yang disimpan di dalam kulkas menjadi rusak dan terpaksa dibuang.
Selain itu, masyarakat juga khawatir terhadap kondisi peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari.
"Secara pribadi saya kurang setuju kalau hanya penambahan kWh atau pengurangan tagihan. Banyak barang di kulkas yang rusak atau busuk dan harus dibuang, belum lagi kalau ada peralatan elektronik yang bermasalah. Tapi kalau memang itu sudah diatur dalam peraturan, kami ikuti saja. Yang penting PLN benar-benar menyalurkan kompensasi dengan benar," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pelanggan PLN lainnya, Yono.
Sebagai pelanggan pascabayar, ia meminta PLN memberikan informasi secara terbuka mengenai waktu pelaksanaan kompensasi.
Baca juga: PLN Ungkap Skema Kompensasi Buat Warga Karimun Imbas Pemadaman Listrik Massal: Cek Tagihan dan Token
Yono berharap PLN segera memberikan kepastian mengenai mekanisme dan jadwal pemberian kompensasi kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
Sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Pelanggan pascabayar berbeda dengan prabayar.