Pantau Program Tukar Sampah dengan Sembako, Gubernur Kalsel : Harus Berkesinambungan
Hari Widodo July 30, 2026 09:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meminta program tukar sampah dengan sembako yang digagas Pemerintah Provinsi Kalsel tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. 

Program tersebut harus dijalankan secara berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Muhidin saat menghadiri kegiatan Rimba Mart dan program tukar sampah dengan sembako yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel bersama Dinas Kehutanan Kalsel di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (30/7/2026).

Muhidin meminta pelaksanaan program dipantau secara serius, terutama terkait ketersediaan sembako. 

Baca juga: Gudang Bank Sampah Mantuil Asri Banjarmasin Resmi Beroperasi, Bukti Andil PT Maritim Barito Perkasa 

Jangan sampai masyarakat yang sudah mengumpulkan dan membawa sampah justru tidak dapat menukarkannya karena persediaan sembako telah habis.

"Saya minta program ini dipantau dengan baik. Jangan sampai masyarakat datang membawa sampah untuk ditukar, tetapi sembakonya sudah habis. Kalau sudah dibuka, berarti harus benar-benar berjalan," tegasnya.

Menurut Muhidin, gerakan pengelolaan sampah juga harus dimulai dari lingkungan pemerintahan. 

Orang nomor satu di Pemprov Kalsel itu meminta seluruh perangkat daerah memberikan contoh dengan menjaga kebersihan lingkungan kantor masing-masing.

Kampanye pengurangan sampah, lanjutnya, akan lebih mudah diterima masyarakat apabila pemerintah terlebih dahulu menunjukkan praktik nyata dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah.

Kepala DLH Kalsel Rahmat Prapto Udoyo mengatakan program tukar sampah dengan sembako sebenarnya bukan kegiatan baru. 

Program tersebut terus dijalankan di berbagai lokasi, baik di Banjarbaru, Banjarmasin maupun sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, termasuk melalui kolaborasi dengan komunitas dan pemerintah kabupaten/kota.

"Ini bukan program yang hanya berakhir di sini, tapi akan terus berlanjut," katanya.

Rahmat menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular.

Sampah yang memiliki nilai ekonomis dikumpulkan melalui Bank Sampah Induk DLH, kemudian hasil pengelolaannya diputar kembali untuk menyediakan kebutuhan sembako yang ditukarkan kepada masyarakat.

Jenis sembako yang disediakan antara lain beras, minyak goreng dan gula. Jumlah yang dapat ditukarkan menyesuaikan dengan sampah yang dikumpulkan dan stok sembako yang tersedia.

"Kalau kurang, kita ambil lagi stoknya di DLH," ujarnya.

Rahmat menyebut kegiatan tukar sampah dengan sembako biasanya dilaksanakan secara rutin, bahkan dapat dilakukan setiap satu atau dua pekan melalui kegiatan yang digelar pemerintah daerah maupun komunitas.

Rahmat juga mendorong agar konsep tersebut berkembang hingga ke tingkat desa. Di Sungai Rangas, misalnya, telah dilakukan kegiatan serupa dengan menyediakan kios khusus yang melayani penukaran sampah dengan sembako.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan penukaran secara rutin, DLH Kalsel juga menyediakan layanan di kantor Bank Sampah Induk. Masyarakat dapat datang langsung untuk menyerahkan sampah yang memenuhi kriteria dan menukarkannya dengan sembako sesuai ketentuan.

"Setiap hari kita layani. Modelnya seperti bank, tetapi kalau bank dalam bentuk uang, kita dengan sembako dan bentuk sampah," jelas Rahmat.

Baca juga: Sampah Berserakan di Halte Jalan S. Parman Banjarmasin

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Dewi Suyanti yang datang membawa sampah bekas rak telur dan tumpukan kardus untuk ditukarkan.

Ibu dua anak itu mengaku senang karena sampah yang sebelumnya tidak terpakai bisa memberikan manfaat dan ditukar dengan kebutuhan rumah tangga.

"Lumayan dapat beras, gula, serta minyak goreng gratis," katanya.(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.