TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengalaman di bidang administrasi dan keterlibatannya dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan Siti Nur Ida Mappa hingga dipercaya menjadi Ketua RW 007 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 23 Mei 1964, tersebut kini mengemban amanah mengurus 156 kepala keluarga yang berada di wilayah RW 007.
Siti mengatakan, menjadi Ketua RW bukan sesuatu yang pernah direncanakannya.
Namun, setelah mendapat kepercayaan dari masyarakat, ia memilih menjalankan amanah tersebut dengan semangat kolaborasi.
"Memimpin warga itu berat. Tapi kalau saya sama RT dan warga bisa saling membantu, insya Allah banyak program bisa dilaksanakan," ujar Siti ditemui Tribun-Timur.com di Jalan Toddopuli, Makassar, Kamis (30/7/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, Siti saat ini memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah di lingkungan RW 007.
Bersama para ketua RT, ia melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Sosialisasi dilakukan melalui grup komunikasi warga maupun dalam berbagai kegiatan pertemuan.
Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu topik yang disampaikan dalam kegiatan pengajian dan arisan warga.
"Pilah sampah yang kami fokuskan sekarang, program utama pemerintah kota," kata Siti.
Siti mendorong setiap rumah memiliki tempat sampah untuk memudahkan warga melakukan pemilahan berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, dan residu.
"Yang penting itu ada tempat sampah di setiap rumah. Warga sudah mulai tahu jenis sampah," imbuhnya.
Untuk sampah anorganik, warga diarahkan menimbangnya di Bank Sampah Bogenville yang dikelola salah satu warga di RW 007.
Pengurus RT juga membantu mengumpulkan sampah dari warga yang tidak sempat membawanya secara langsung.
"Sampah-sampah yang masih tersisa akan dibawa oleh RT/RW," ujar Siti.
Sementara itu, sampah organik diarahkan untuk diolah menggunakan ember tumpuk atau komposter. Fasilitas tersebut telah disiapkan di sejumlah lorong di wilayah RW 007.
Siti juga berencana mengajak ibu-ibu memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali.
Salah satu kegiatan yang ingin dikembangkan adalah membuat dompet dari kantong plastik bekas.
"Saya sendiri di rumah sudah buat. Tinggal ini bagaimana mengajak warga juga," ucapnya.
Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan melalui arisan warga. Siti berharap aktivitas itu dapat menjadi kegiatan produktif bagi ibu-ibu, termasuk warga lanjut usia.
Dorong Urban Farming
Selain pengelolaan sampah, Siti turut mendorong pengembangan urban farming di wilayah RW 007.
Lahan yang tersedia dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran, tanaman obat, dan tanaman buah.
Diantaranya bayam, kangkung, pakcoy, tomat, cabai, mangga, dan pepaya.
Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan, ayam, dan maggot.
Pengelolaan urban farming dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan para ketua RT, warga, Tim Penggerak PKK, dan pihak kelurahan.
Masing-masing memiliki peran dalam merawat dan mengembangkan kegiatan tersebut. Ada yang menangani budidaya maggot, merawat ayam, hingga mengurus tanaman.
"Kalau kita bisa bantu, ya kita bantu. Misalnya kasih makan maggot atau menyiram tanaman. Kita lakukan bersama-sama," tuturnya.
Kegiatan warga di RW 007 juga mencakup bidang keamanan dan keagamaan.
Warga rutin melaksanakan kegiatan posko keamanan setiap malam Senin secara bergiliran. Sementara kegiatan keagamaan meliputi majelis taklim dan pengajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan.
Bagi Siti, komunikasi menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan tugas sebagai Ketua RW.
Melalui pertemuan dan kegiatan bersama, ia dapat mengetahui berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus membangun kerja sama dengan warga.
Jauh sebelum aktif sebagai pengurus lingkungan, Siti memiliki pengalaman bekerja di bidang administrasi.
Ia merupakan lulusan S1 Administrasi Negara Universitas 17 Agustus Makassar.
Siti juga pernah mengikuti pelatihan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Makassar dan menjalani magang di bidang administrasi di Fajar.
Ia kemudian sempat merantau ke Nunukan, Kalimantan Utara.
Di daerah tersebut, Siti bekerja di bidang administrasi yang berkaitan dengan tenaga kerja dan dokumen perjalanan.
Setelah kembali ke Makassar, Siti terlibat dalam pekerjaan pembuatan KTP Nasional pada masa awal program tersebut.
Pekerjaan itu dilakukan melalui kerja sama pihak swasta dengan pemerintah.
Setelah pekerjaan tersebut berakhir, Siti tidak lagi bekerja secara formal. Ia kemudian aktif dalam kegiatan PKK Kecamatan dan lebih banyak beraktivitas di lingkungan tempat tinggalnya.
Keterlibatannya dalam kegiatan lingkungan kemudian membawanya dipercaya menjadi Wakil RW.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Siti sebelum akhirnya dipercaya memimpin RW 007 Kelurahan Pandang.
Siti mengaku senang ketika mendapat kepercayaan dari masyarakat. Namun, ia tidak memandang jabatan tersebut sebagai sebuah kebanggaan dalam arti kedudukan.
"Bukan bangga dalam arti sombong. Tapi bangga bisa dipercaya dan menjadi pilihan masyarakat," ujarnya.
Siti menyadari tugas sebagai Ketua RW memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia berusaha menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
"Kalau dipikir ki itu pasti terasa berat, tapi kalau dijalankan dengan penuh keikhlasan semua terasa mudah dan mendapat sambutan baik," jelasnya.
Profil Singkat Siti Nur Ida Mappa
Nama: Siti Nur Ida Mappa
Tempat Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 23 Mei 1964
Alamat: Jalan Toddopuli, Makassar.
Jabatan: Ketua RW 007 Kelurahan Pandang
Pendidikan: S1 Administrasi Negara Universitas 17 Agustus Makassar
Hobi: Menjahit. (*)