- Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Dasco mengatakan hasil survei tersebut akan dipelajari dan dikaji di internal Partai Gerindra maupun koalisi pendukung pemerintah (30/7/2026).
"Nah, tentunya kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan, hasil survei SMRC tidak hanya menjadi bahan kajian.
Temuan tersebut juga akan dibandingkan dengan data maupun temuan yang dimiliki pemerintah secara internal.
Menurut Dasco, hasil survei itu merupakan masukan yang baik bagi pemerintah.
Karena itu, hasilnya dapat dijadikan dasar untuk menentukan langkah penyeimbang ke depan.
"Tentunya hasil survei itu berupa masukan-masukan yang nantinya akan kami komparasikan. Kami berharap pihak pemerintah mengimbangi apabila memang hasil kajiannya menunjukkan ada beberapa hal yang terjadi pada saat ini," ujar Dasco.
Saat ditanya apakah hasil survei itu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo, Dasco membenarkannya.
"Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat itu," ucap Dasco.
Sementara itu, hasil survei terbaru SMRC menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen.
Angka tersebut turun 30,1 persen dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Temuan itu berasal dari survei SMRC bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.
Survei tersebut melibatkan seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih sebagai populasi penelitian.
Sebanyak 749 responden dipilih secara acak.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan telepon.
Survei itu memiliki margin of error sebesar kurang lebih 3,7 persen.
Perbedaan hasil dinilai signifikan apabila mencapai sedikitnya dua kali margin of error atau 7,4 persen.
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman