BOLASPORT.COM - Paruh musim kedua sangat krusial saat persaingan untuk gelar juara lebih ketat dari sebelumnya. Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, tak mau ketinggalan meski cedera dan nasib buruk mendera.
Marco Bezzecchi kembali menunggangi motor setelah cedera yang dialaminya saat kualifikasi GP Jerman di Sachsenring yang menandai jeda paruh musim.
Pembalap berjuluk Bez menggeber motor produksi Aprilia RSV4 dalam latihan bersama 'geng' VR46 Riders Academy pada Rabu (29/7/2026) di Sirkuit Misano, Italia.
Seperti dilansir dari Crash.net, Bezzecchi menyelesaikan empat sesi latihan pada hari itu.
"Program rehabilitasinya berlangsung sesuai rencana," demikian keterangan dari Aprilia tentang pembalap andalannya tersebut.
"Agenda berikutnya dilakukan di Silverstone, di sana dia akan menjalani pemeriksaan medis dengan tim medis dari MotoGP."
Kembalinya Bezzecchi ke atas kuda besi menjadi sinyal positif dari ambisinya untuk balapan lagi pada seri berikutnya di Silverstone, Inggris.
Murid Valentino Rossi itu tidak bisa berlama-lama ketika persaingan untuk gelar juara dunia lebih ketat daripada sebelumnya.
Bagaimana tidak? Jarak antara pemuncak klasemen dengan pembalap di posisi kelima hanya 24 poin, tak sampai poin yang diganjar untuk sebuah kemenangan balapan grand prix.
Urutannya dari atas adalah Jorge Martin dari Aprilia Racing (208 poin), Ai Ogura dari SuperFile Trackhouse (194), Marc Marquez dari Ducati Lenovo (190).
Selanjutnya adalah Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing (186) dan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 (184).
Di antara nama-nama di atas, Bezzecchi paling apes dengan serangkaian hasil buruk dan juga petaka yang dialami secara beruntun.
Sejak kemenangan terakhirnya pada GP Italia, Bezzecchi tak pernah tuntas pada hari Minggu, didiskualifikasi karena menampar marshal, dan terjatuh hebat.
Kecelakaan terkini menyebabkan cedera tulang selangka.
Periode berat yang berlangsung berbeda 180 derajat dengan awal musim bagi Bezzecchi ketika dia mampu memenangi tiga balapan pertama.
Kini, momentum berpindah kepada Marc Marquez sebagai pembalap yang paling on-fire.
Setelah menemukan sumber masalah yang membuat dia angin-anginan pada awal musim, juara dunia sembilan kali asal Cervera itu kembali dominan.
Saat Bezzecchi merana dalam empat seri terakhir, Marquez sangat perkasa dengan 3 kemenangan GP, 3 podium termasuk 1 kemenangan di sprint.
Kesempatan terbuka bagi Marquez karena setelah GP Inggris, kejuaraan berlanjut ke Aragon yang merupakan sirkuit kiri, alias taman bermain bagi dia.
Di antara pasukan Aprilia, perlawanan terkuat terhadap Marquez ditunjukkan Ai Ogura yang tak lagi cuma jago di pengujung lomba.
Bezzecchi sendiri tidak gentar. Genderang perang telah ditabuh.
"Sekarang adalah masa yang keras, tetapi kami lebih keras. Saya akan menata diri dan kembali bekerja," tulisnya dalam unggahan di media sosial.
"Tidak ada yang bisa membuat saya menyerah! Sampai jumpa lagi secepatnya."
Siapakah yang akan berjaya di sisa 11 seri balap? Destinasi selanjutnya adalah Silverstone untuk akhir pekan balapan pada 7-9 Agustus 2026.