Survei Kepuasan Prabowo Anjlok, Istana Tak Ambil Pusing: Kami Tak Kejar Angka
Darwin Sijabat July 31, 2026 11:48 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menyentuh angka 51,1 persen mendapat respons dari pihak Istana dan partai koalisi.

Survei tersebut sebagaimana diketahui berdasarkan rilis survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Pemerintah secara tegas menyatakan angka statistik survei bukanlah kompas utama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi lugas menanggapi temuan SMRC tersebut. 

Ia menegaskan bahwa sejak hari pertama Kabinet Merah Putih bekerja, orientasi utama pemerintah adalah menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, bukan untuk mendongkrak popularitas semata.

Pernyataan ini disampaikan Prasetyo di sela-sela agenda kerjanya saat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Batang menuju Jakarta, pada Kamis (30/7/2026).

“Ya pertama, sedari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan bukan dalam rangka mencari survei gitu ya,” tegas Prasetyo merespons riuh rendah opini publik.

Ia menjelaskan seluruh energi kementerian dan lembaga saat ini dikerahkan penuh untuk memastikan program-program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo dapat dieksekusi maksimal di lapangan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh akar rumput.

Baca juga: Daftar 11 Menteri Rawan Reshuffle Pasca-Survei Kepuasan Prabowo Anjlok

Baca juga: Israel Ledakkan 700 Ton Peledak di Terowongan Hizbullah Lebanon Selatan

“Dan kita meyakini bahwa apa yang kita kerjakan, program yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga kami meyakini karena itu memang semua berorientasi untuk kepentingan masyarakat,” urai Mensesneg.

Kejar Janji Kampanye: Pangan Hingga Hilirisasi

Pemerintah, lanjut Prasetyo, hanya berfokus pada cetak biru yang telah dijanjikan kepada rakyat selama masa kampanye. 

Evaluasi internal pemerintah bertumpu pada indikator kemajuan program prioritas nasional, bukan fluktuasi angka lembaga survei.

Ia kembali mengingatkan bahwa visi pemerintahan Prabowo sangat jelas: mewujudkan kesejahteraan melalui kemandirian di berbagai sektor vital.

“Sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar. Jadi begitu,” ujarnya mantap.

Partai Gerindra Jadikan Survei SMRC Sebagai Bahan Kajian

Di sisi lain, respons yang lebih pragmatis datang dari kubu legislatif. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai temuan survei SMRC tetap merupakan aspirasi yang harus dihargai. 

Saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Dasco menyebut temuan tersebut akan dibedah secara mendalam di internal partai maupun koalisi.

"Tentunya kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji," kata Dasco.

Wakil Ketua DPR RI itu menjabarkan angka 51,1 persen tersebut tidak akan ditelan mentah-mentah, melainkan akan disandingkan dan dikomparasikan secara komprehensif dengan data-data capaian riil yang dipegang oleh internal pemerintah. 

Baca juga: Sosok 5 Menteri Ekonomi Rawan Terdepak dari Kabinet Prabowo Jika Reshuffle

Baca juga: Skandal Pemerasan Bupati Pemalang: Oknum KPK dan Sang Ayah Jadi Tersangka

Bagi Partai Gerindra, survei adalah instrumen pengingat yang baik untuk menyempurnakan langkah ke depan.

"Tentunya hasil survei itu berupa masukan-masukan yang nantinya akan kami komparasikan. Kami berharap pihak pemerintah mengimbangi apabila memang hasil kajiannya menunjukkan ada beberapa hal yang terjadi pada saat ini," pungkas Dasco.

Hasil Survei SMRC

Tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto kini menyentuh angka 51,1 persen.

Persentasenya menurun 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir.

Pada November 2025 tercatat angka kepuasan publik terhadap Prabowo menyentuh angka 81,2 persen.

Survei terbaru tersebut memunculkan wacana Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026 bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden".

Survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Adapun populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan tatap muka.

Adapun margin of error survei ini sebesar +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2 kali margin of error (7,4 persen).

Baca juga: Kaesang Pilih Dapil Jateng V di Pileg 2029, Pengamat: Napak Tilas Jokowi

Baca juga: 1 Satpol PP Kota Jambi Dicokok BNNP, Sabu Siap Edar

Baca juga: Profil Nurkholes, Wakil Bupati Pemalang yang Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pasca Anom Kena OTT KPK

Baca juga: Mahasiswa Desak Kejari Sungai Penuh Selidiki Dugaan Penyimpangan Anggaran di Dinkes Kerinci

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.