Eksis di Dunia Hiburan hingga Sekarang, Ibnu Jamil Tekankan Pentingnya Etika dalam Berkarier
Salma Fenty July 31, 2026 12:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Nama aktor Ibnu Jamil tentu sudah tidak asing bagi publik.

Ibnu Jamil kerap wara-wiri di layar kaca sebagai bintang film hingga presenter program olahraga.

Jalan berliku pernah dilalui oleh suami Ririn Ekawati itu di awal kariernya.

Ibnu mengaku pernah gagal lolos casting selama satu tahun.

Namun ia tak menyerah hingga menerima tawaran iklan pertamanya saat usia sekitar 22 tahun.

Dari situ karier aktor kelahiran Jakarta, 30 April 1981 itu makin berkembang.

Kemudian, ia berhasil membintangi sinetron pertamanya berjudul Seandainya pada tahun 2004.

Hingga kini nama Ibnu Jamil masih eksis di dunia hiburan Tanah Air.

Menurut aktor lulusan Universitas Mercu Buana itu, untuk tetap bertahan di entertainment, perlu memiliki karakter yang kuat.

Juga tidak berhenti untuk terus belajar.

"Gue makin yakin ketika kita punya karakter yang kuat, skill yang masih bisa terus diasah, nggak harus langsung skill bagus atau jago."

Baca juga: Kebanjiran Job Saat Piala Dunia, Ibnu Jamil Terpaksa Ubah Pola Tidur dan Jadwal Olahraga

"Dan didukung dengan attitude yang bisa diajak kerja sama," ungkap Ibnu di Kantor Tribun Network di kawasan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (31/7/2026).

Bagi bintang film Garuda di Dadaku itu, hal terpenting lain agar karier dapat bertahan lama adalah etika.

Ketika seorang artis pandai berakting tetapi tidak memiliki etika yang baik maka tidak akan bisa terus eksis.

"Lu percuma deh lu jago, sejago apa pun akting lu, kalau attitude lu nggak bisa bikin semua orang nyaman, rontoknya itu lebih cepat," kata Ibnu.
 
Hal itu Ibnu pelajari dari orang-orang di sekitarnya.

"Gue ngelihat sekitar," ujarnya.

Keeksisan Ibnu di dunia hiburan juga tak lepas dari dukungan keluarga.

Meski bukan terlahir dari keluarga pekerja seni, namun orang tua tetap mendukung Ibnu untuk berkarier menjadi seorang aktor.

"Keluarga gue nggak ada yang di dunia entertain, nggak ada. Mereka juga buta dengan dunia entertain, syuting itu kayak gimana."

"(Orang tua) senang lah. Apalagi dapat honor, masuk TV."

"Senang mereka, mereka support banget apa pun yang gue lakuin ketika memang tau anaknya itu sedang berada di jalan yang baik-baik aja," paparnya.

Perjuangan Awal Karier Ibnu Jamil, Setahun Gagal Lolos Casting

Dalam kesempatan itu, Ibnu Jamil turut menceritakan perjuangannya merintis karier di dunia entertainment.

Di awal kariernya, Ibnu selama satu tahun selalu gagal lolos casting.

"Pokoknya gue ngejalanin casting kurang lebih ya, itu satu tahun gue selalu ditolak."

"Bukan selalu ditolak, maksudnya selalu nggak dapat," ujar Ibnu Jamil.

Ibu lantas menjelaskan rangkaian proses casting yang ia jalani.

"Ya tetap casting, prosesnya jalani, terus disuruh melakukan sesuai dengan story board yang mereka butuhkan karakternya."

"Terus habis itu pulang, biasanya nanti diumumin by telepon," jelas Ibnu.

"Kalau nggak telepon berarti nggak dapat," tambahnya.

Aktor yang bercita-cita menjadi atlet basket itu baru lolos casting iklan setelah satu tahun mendapat penolakan.

"Pas begitu dapat. Kayaknya setelah satu tahun lewat," ujarnya.

Ibnu pun mengambil pelajaran dari penolakan yang ia dapatkan.

Menurut aktor berusia 45 tahun itu, saat itu, Tuhan sedang mengajarkannya untuk lebih giat berlatih.

"Jadi kayaknya memang Tuhan itu ngajarin gue untuk, 'lu sekolah dulu deh satu tahun, lu nguatin dulu'."

"Mungkin Tuhan ngajarin gue, 'lu itu masih jelek, masih kaku, masih belum layak untuk bisa dapatin iklan', gitu," katanya.

Dari situ, pikiran Ibnu juga semakin terbuka untuk melihat bahwa yang dicari dalam industri hiburan bukan hanya paras tetapi juga karakter yang kuat.

"Nah berhubung gue itu orangnya penasaran, gini lho, yang tadi gue bilang konsep orang yang jadi artis, bintan iklan itu ganteng-ganteng terpatahkan ketika ada orang yang iklan karakter komedi, dia nggak ini kok, dia bisa itu dapat," paparnya.

"Ternyata pas gue lihat lagi, yang dibutuhkan adalah karakter. Itu value-nya jauh lebih gede ketimbang casing," tambahnya.

Baca juga: Curhat Ibnu Jamil, Tak Mudah Bangun Kedekatan dengan Anak Laki-lakinya

Setelah perjalanan panjang itu, Ibnu akhirnya lolos casting dan menerima tawaran menjadi bintang iklan.

"Iklan dulu. Permen setau gue. Permennya nggak tau ya dulu," ungkap bintang film Garuda di Dadaku.

Honor pertama yang Ibnu dapatkan dari iklan adalah Rp300 ribu.

"Gue ingat banget dulu honornya dibayar dapat Rp300 ribu," tutur bintang film Kuntilanak.

Nominal tersebut diakui Ibnu sudah cukup besar pada saat itu dan membuatnya sangat senang.

"Wah saat itu oke, ya gede banget enggak."

"Cuma buat pemula kayak gue, itu udah senang banget," akunya.

(Tribunnews.com/Yurika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.